KULONPROGO – Menyaru sebagai anggota Kopassus TNI AD, Aris, 31, warga Desa Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang, Banten berurusan dengan polisi. Mencatut korps elit TNI AD tersebut, Aris menipu SUM, 39, warga Kepek, Desa/Kecamatan Pengasih, Kulonprogo.

“Tersangka meyakinkan korban dengan mengaku sebagai Kopassus. Dijanjikan untuk dinikahi, uang Rp 6 juta dan cincin emas 6 gram milik korban justru dibawa kabur pelaku,” kata Kasat Reskirm Polres Kulonprogo AKP Dicky Hermansyah Senin (22/1).

Tidak hanya itu, korban yang terkena bujuk rayu Aris sempat diajak berhubungan badan. Perkenalan melalu media sosial (medsos) bulan November 2017. Tersangka datang ke rumah korban pada 17 Desember 2017.

“Sabtu (20/1), tersangka dengan percaya diri datang ke rumah korban untuk berkenalan dengan orang tua korban. Berjanji akan segera menikahi korban,” kata Dicky.

Namun, gerak-gerik Aris dicurigai anggota Kodim 0731/Kulonprogo. Setelah diselidiki, ternyata tersangka TNI gadungan. “Setelah ditangkap, kemudian diserahkan kepada kami,” kata Dicky.

Dijelaskan, anggota Kodim 0731/Kulonprogo memastikan tersangka bukan anggota TNI. Dikuatkan dengan barang bukti satu ponsel berisi SMS percakapan dengan korban, dompet kulit, kartu ATM, tas selempang, uang Rp 4.904.000 dan cicin emas.

Dari tangan pelaku diamankan Kartu Tanda Angota Tentara Nasional Indonesia (KTA TNI) yang diduga dipalsukan. Jabatannya Glutor-02 Sniper, Kesatuan Kopassus, dikeluarkan di Jakarta Mei 2014. Topi hitam bertuliskan Kopasus juga disita.

“Tersangka sudah kami amankan. Dia dijerat Pasal 378 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,” kata Dicky.

Kepada petugas, tersangka nekad menipu untuk biaya pengobatan ibunya. Meyakinkan korban, pelaku yang sempat menjadi satpam di salah satu mall di Jakarta itu membeli topi Kopassus di Jakarta.

Sementara KTA TNI dibuat sendiri dengan mengopi KTA salah satu anggota Kopassus di internet. Kemudian dipasangi foto Aris dan dilaminating.

“Rencana, uangnya juga untuk membelikan kebutuhan anak,” kilah Aris. (tom/iwa/mg1)