SLEMAN – Ilmuwan pejuang, pejuang ilmuwan begitu istilah yang disematkan untuk pendiri sekaligus rektor pertama Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Sardjito. Istilah tersebut juga menjadi tajuk pameran foto Prof Sardjito yang digelar UGM di Balairung, Senin (22/1).

Ada sekitar 50 arsip foto dan dokumen yang menceritakan tentang kegiatan nasionalis Prof Sardjito pada masa hidupnya. “Prof Sardjito adalah seorang pejuang yang harus diteladani. Terlihat jelas dari foto-foto dan penghargaan yang beliau dapatkan menjadi bukti betapa berjiwa nasionalis-nya Prof Sardjito,” ujar Rektor UGM Panut Mulyono.

Seperti foto saat Prof Sardjito menyelamatkan vaksin dari peristiwa Bandung Lautan Api dan menorehkannya menyuntikkan ke dalam tubuh seekor kerbau dan digiring dari Bandung ke Klaten.

“Pada masa itu vaksin menjadi aset penting dalam revolusi fisik. Tidak semua negara mempunyai stok vaksin karena sangat mahal sekali. Berkat kepintaran beliau vaksin dibuat dari protein tempe untuk masyarakat dan melakukan upaya penyelamatan pada peristiwa itu,” cerita dokter senior dan spesialis kanker RS Dr Sardjito, Prof Sutaryo.

Sutaryo mengaku sangat mengagumi Prof Sardjito, banyak hal positif yang dia contoh dalam menjalankan tugasnya sebagai dokter. “Kami mengusulkan agar Prof Sardjito dijadikan sebagai pahlawan nasional karena beliau sangat berjasa dalam dunia pendidikan kedokteran dan kesehatan,” ungkapnya. (ita/ila/mg1)