JOGJA – Anak Baru Gede (ABG) yang berusia minimal 17 tahun diberi kesempatan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja menjadi penyelenggara Pemilu 2019 nanti. Yaitu menjadiPanitia Pemilihan Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) di wilayahnya.

“Keputusan KPU RI untuk regenerasi, yang sebelumnya minimal 25 tahun diturunkan menjadi 17 tahun,” ujar Ketua KPU Kota Jogja Wawan Budianto Senin (22/1).

Kesempatan tersebut, lanjut Wawan, diharapkan bisa dimanfaatkan para anak muda untuk menjadi penyelenggara Pemilu.

Diakuinya, selama ini yang bertugas menjadi PPK dan PPS merupakan orang-orang lama. Untuk itu Wawan berharap kesempatan menjadi PPK maupun PPS tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengenal demokrasi serta belajar dari para seniornya. Bahkan kalau bisa berkolaborasi.

“Yang anak muda atau pemula ini bisa belajar dari yang senior,” harapnya.

Komisioner KPU Kota Jogja Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Sri Surani menambahkan, dalam aturannya hanya menurunkan batas minimal usia menjadi 17 tahun, tapi tidak membatasi usia maksimalnya.

Untuk itu, dirinya juga berharap, kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh para anak muda, termasuk dari kalangan perempuan dan penyandang disabilitas. “Tidak ada syarat khusus, hanya punya integritas, paham Pemilu, dan tidak berafiliasi dengan partai politik (parpol),” tuturnya.

Tiap PPK dan PPS nantinya juga akan mendapat honorarium yang diambilkan dari APBD Kota Jogja. Besarannya untuk PPK Rp 1,85 juta per bulan dan PPS Rp 1,6 juta per bulan.

Rani, sapaannya, juga berpesan kepada warga yang akan menjadi PPK dan PPS, dengan sistem Pemilu serentak 2019 nanti akan ada lima pemilihan yang harus diawasi, mulai DPRD tingkat dua, DPRD tingkat satu, DPR, DPD serta Pemilihan Presiden sekaligus. “Nantinya akan ada lima kotak yang dijaga sekaligus,” ungkapnya. (pra/ila/mg1)