JOGJA – Solo Great Sale (SGS) 2018 kembali digelar. Kegiatan tahunan ini membidik semua kalangan. Termasuk pengunjung dari daerah tetangga seperti Jogja. Karena itu, panitia SGS secara khusus menggalang promosi di kota gudeg ini.

“Kami berharap orang Jogja berbondong-bondong datang. Selama Februari menjadi bulan murah belanja ke Solo. Diskon bukan hanya ke mal. Tapi juga pasar-pasar tradisional dan layanan jasa lainnya,” ujar Ketua II SGS 2018 David R. Wijaya saat menggelar keterangan pers di Hotel Pose In Jalan Mayjen Sutoyo, Jogja, Sabtu (20/1).

Ada sebanyak 44 pasar tradisional se-Kota Solo siap berpartisipasi. Masyarakat yang membeli aneka kebutuhan di pasar tradisional mendapatkan potonga harga. SGS 2018 berlaku di semua pusat perdagangan dan perbelanjaan.

Juga hotel serta restoran, pertokoan maupun 5.000 outlet bisnis lainnya di Solo “Potongan harga hingga 80 persen,” katanya didampingi bidang promosi dan publikasi SGS 2018 Diaz Arjun Ardian.

Selain itu, panitia menyediakan hadiah utama berupa satu unit rumah, sepeda motor, dan beragam hadiah menariknya. Setiap belanja minimal Rp 50 ribu bisa mendapatkan satu poin. SGS 2018 mulai 1-28 Februari 2018.

Diskon yang ditawarkan selama SGS 2018 bersifat menyeluruh dan terintegrasi satu dengan lainnya. Misalnya tiket kereta api (KA) akan mendapatkan diskon 10 persen dengan tujuan ke Solo. Demikian pula dengan maskapai penerbangan yang bersama hotel-hotel membentuk paket khusus.

“Kami ingin diskon tiket KA bisa naik menjadi 20 persen. Apalagi Jogja-Solo ada kereta Prambanan Ekpres (Prameks) yang jadwalnya tiap satu jam sekali,” ungkap David.

Lebih jauh dikatakan, Januari-Maret merupakan bulan low season atau terjadi perlambatan perekonomian di banyak sektor sehingga perlu langkah kreatif demi meningkatkan pergerakan perekonomian. Kegiatan SGS merupakan upaya menyiasati perlambatan ekonomi itu.

Tahun ini SGS bertema “Semarak Budaya Belanja Cerdas Tanpa Batas”. Tema itu untuk meningkatkan wisata belanja yang cerdas, hemat, efektif dengan waktu dan tempat yang tepat. “Tanpa ada batas sekat sektoral kewilayahan,” tambahnya.

Di samping menyiasati perlambatan perekonomian, SGS sengaja digelar setiap Februari. Momen itu dipilih karena di Kota Solo sedikitnya ada 15 event budaya yang berlangsung pada bulan kedua 2018 ini. Di antaranya Grebeg Sudiro, Festival Imlek, Festival Jenang dan peringatan Hari Jadi Kota Solo. Tahun ini Kota Solo genap berusia 274 tahun.

Tahun ini merupakan kali keempat SGS digelar sejak 2015 silam. Selama SGS 2018 ditargetkan terjadi transaksi sebesar Rp 400 miliar. Target ini naik dari 2017 yang hanya sekitar Rp 245 miliar. Acara ini diinisiasi Kadin Kota Solo bersama Pemkot Solo. (kus/laz/mg1)