SLEMAN – Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman mulai mendata kelompok seni jathilan di Kabupaten Sleman. Upaya ini diawali dengan terbentuknya Paguyuban Kesenian Jathilan Kabupaten Sleman (PJKS). Bahkan setiap anggota memiliki nomor induk kebudayaan (NIK) sebagai syarat sah bergabung.

Kepala Disbud Sleman Aji Wulantara menjelaskan konsep awal pendataan tersebut. Dia ingin setiap kelompok seni jathilan menjaga esensi pertunjukan. Setidaknya mengedepankan nilai seni dan pakem dari sebuah pertunjukan jathilan.

“Jadi tidak hanya sebagai tontonan tapi juga sebagai tuntunan dan tatanan. Agar ada pendampingan dan pembinaan seni yang sesuai dengan esensi dan estetikanya,” ujarnya Minggu (21/1).

Langkah ini sekaligus menjawab adanya keluhan dari masyarakat. Pada akhir 2017 ada kelompok seni jathilan yang dianggap keluar dari nilai seni. Tanpa mempertimbangan etika dan estetika, kelompok tersebut menabrak norma-norma kesopanan.

Aji telah meminta kepada PJKS memberikan peringatan kepada kelompok tersebut. Bahkan dia juga telah mengundang ketua kelompok jathilan. Pemanggilan ini berupa teguran dan mengulik konsep dasar dalam menampilkan seni pertunjukan.

“Mungkin terlalu larut dalam euforia pertunjukan sehingga mengabaikan aspek normanya. Adanya protes dari warga sebagai penonton ibarat kritik yang membangun. Agar menyajikan sajian yang sesuai kaidah seni,” katanya.

Adanya pendataan tersebut bukan bertujuan membatasi ruang gerak. Menurutnya, potensi seni di Sleman sangatlah beragam. Mulai dari kesenian tradisi, kesenian rakyat hingga kesenian modern. Sayangnya potensi ini belum termanajemen dengan baik.

Berdirinya PJKS diharapkan menjadi angin segar khususnya bagi kesenian jathilan. Berdasarkan pendataan sementara, setidaknya setiap desa memiliki kelompok seni jathilan. Hanya peran dan fungsi belum optimal terutama dalam pementasan.

Ketua PJKS Sunaryo memandang payung kelompok seni harus berkiprah. Terbentuknya paguyuban bukan melayani formalitas pemkab semata. Justru peran dari paguyuban untuk merangkul kelompok seni lebih dominan.

Guna mengoptimalkan kinerja PJKS, dia membagi dalam tiga kelompok wilayah. Yakni wilayah Sleman Barat, Sleman Tengah, dan Sleman Timur. Pembagian ini bertujuan mengoptimalkan kinerja dan peran paguyuban.

“Setiap wilayah memiliki penanggungjawab sekretariat. Mengoptimalkan pembinaan dan pendampingan kelompok seni khususnya jathilan,” ujarnya. (dwi/ila/mg1)