BANTUL – Pesan positif disampaikan Laura Mac Laughlin dan Enrique Crohare. Dua seniman asal Argentina ini mementaskan teater boneka di TK Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, Kamis (18/1). Pementasan berjudul Un Boton en Mi Cabeza atau a button in my heads ini mengandung pesan keberagaman. Menariknya, pesan ini disampaikan melalui kancing.

Ya, tokoh utama bernama Cloud memiliki kancing di atas kepalanya. Ini untuk menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki kesamaan. Meski berlatarbelakang budaya, ras, negara maupun agama berbeda.”Kancing diterima setiap budaya,” jelas Laura usai pementasan.

Pementasan judul Un Boton en Mi Cabeza ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, teater boneka dengan tokoh utama bocah laki-laki ini telah dipentaskan di berbagai belahan dunia. Ada 300 kota di berbagai negara yang pernah disuguhi pentas dua seniman yang tergabung dalam komunitas Arriba las hu! Manos ini. “Dengan membawa pesan keberagaman,” ucapnya.

Selain keberagaman, pesan positif yang diusung adalah sifat dasar manusia. Pesan ini disampaikan melalui dua tangan boneka. Salah satu tangan putih polos. Tangan lainnya berbungkus sarung tangan hijau. Perempuan dengan background antropolog ini mengungkapkan, setiap manusia memiliki dua sifat berlawanan sekaligus. Yaitu, baik dan buruk. Ini mirip dengan konsep yin dan yang. “Sehingga manusia harus bijak,” katanya.

Yofan, salah satu siswi TK Sembungan mengaku belum memahami beragam pesan positif yang disampaikan. Kendati begitu, Yofan merasa terhibur. (zam/din/mg1)