PURWOREJO – Tercatat enam kabupaten di Indonesia mendatangi Purworejo untuk mendalami atau belajar mengenai integrasi e-planing dan e-budgeting (perencanaan dan penganggaran elektronik). Pemilihan Purworejo sebagai tempat menimba ilmu merupakan saran atau rekomendasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Purworejo Pram Prasetya Ahmad mengungkapkan, sudah beberapa waktu e-planing dan e-budgeting dijalankan Pemkab Purworejo. Keuntungan penggunakan pola ini akan memudahkan perumusan sistem perencanaan kegiatan.

“Ya, setidaknya sudah ada enam kabupaten dari berbagai wilayah Indonesia yang datang ke Purworejo khusus mempelajari e-planing dan e-budgeting ini,” kata Pram Prasetya Minggu (21/1).

Dikatakan, biasanya daerah yang mengirimkan wakilnya untuk mendalami program itu cukup banyak. Mereka membawa berbagai komponen organisasi perangkat daerah (OPD) yang bersinggungan langsung seperti kepala Bappeda, Bagian Hukum Setda dan OPD lainnya.

Pram menambahkan, integrasi e-planning dan e-bugeting itu diawali penerapan aplikasi sistem informasi manajemen daerah (Simda). Untuk penerapan manajemen keuangan, lanjut Pram, menggunakan Simda keuangan. Begitu juga penerapan pendapatan dan aset yang menggunakan Simda pendapatan dan aset.

“Sekarang diintegrasikan menjadi satu, ditambah dua aplikasi lagi yakni standar satuan harga dan analisa standar belanja,” tambah Pram.

Masing-masing kegiatan pun sudah disesuaikan dengan kebutuhan belanja hingga nominalnya. Dia mencontohkan dalam pelaksanaan sebuah rapat akan bisa dihitung berapa kebutuhannya dengan jumlah peserta.

“Dalam rapat kecil saja yang sudah jelas peserta dan waktunya, nanti sudah akan muncul nominalnya. Dan itu semua sama,” ungkapnya.

Dikatakan, pola itu tidak hanya menjadi konsumsi OPD yang bersangkutan saja, namun dapat diakses semua perencana dan operator keuangan di level OPD. Adapun masyarakat dapat mengakses setelah menjadi hasil atau dalam bentuk output kegiatan. (udi/laz/mg1)