SLEMAN- Curah hujan dengan kategori tinggi hingga mencapai 200 mm per dasarian di wilayah Jogjakarta diprediksi masih akan terjadi hingga akhir Januari mendatang. “Frekuensi hujan yang lebat ini dapat disertai petir serta angin kencang. Potensinya terutama sore hingga malam hari,” kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG DIJ Djoko Budiyono, Jumat (19/1).

Karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Hasil analisis cuaca di Stasiun Klimatologi BMKG DIJ menunjukkan adanya tekanan rendah pada atmosfer udara. Terlihat dari selatan equator yang menyebabkan terjadinya belokan angin di sekitar Pulau Jawa.

Fenomena alam ini turut menyumbang pembentukan awan-awan hujan di Jogjakarta. Selain itu, munculnya tekanan rendah atau low pressure turut memicu pergerakan angin monsoon Asia. Penguatan monsoon Asia ini ikut andil dalam pembentukan hujan dan juga memicu angin kencang . “Prediksinya memang sudah memasuki puncak musim penghujan hingga awal Februari. Setidaknya kategori hujan sedang hingga lebat dengan curah 30 hingga70 mm/hari. Untuk tinggi gelombang selatan Pulau Jawa mencapai 2 hingga 4 meter,” ujarnya.

BMKG DIJ turut mengeluarkan himbauan atas fenomena alam ini. Bahaya sekunder musim penghujan juga menjadi ancaman. Mulai dari genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat.

“Terutama di daerah rawan banjir dan longsor terutama di daerah dataran rendah, daerah cekungan, bantaran kali atau sungai, perbukitan, lereng-lereng dan pegunungan. Waspada juga adanya angin kencang, bisa menyebabkan pohon hingga baliho roboh,” katanya.

Berdasarkan data BMKG DIJ potensi angin kencang mayoritas berada di Sleman. Mulai dari Kecamatan Godean, Moyudan, Minggir, dan Ngaglik. Untuk kawasan Kabupaten Bantul berada di Kecamatan Sedayu. Sementara Kabupaten Kulonprogo di Kecamatan Nanggulan dan Girimulyo.

Dampak dari angin kencang mulai terasa di beberapa titik. Setidaknya ada dua lokasi terdampak atas angin kencang di Sleman kemarin. Pertama adalah pohon berdiameter 60 sentiemeter tumbang di Nogosaren, Nogotirto Gamping. Pohon ini sempat menutup akses jalan jalur lambat Ring Road Barat.

Kejadian kedua adalah robohnya pohon melinjo diameter 25 sentimeter. Pojon ini menimpa pagar rumah di Sidoagung Godean. Dalam dua kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. “Selain angin, diduga pohon juga mengalami pelapukan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan. (dwi/din/mg1)