JOGJA- Perayaan Milad ke-101 SD Muhammadiyah Bausasran (Mubayo) berlangsung meriah. Beragam kegiatan digelar, mulai parenting, bazaar produk seperti makanan dan minuman, pembagian sembako gratis bagi warga tidak mampu, hingga praktik pembelajaran secara langsung bertajuk Dol Tinuku yang diikuti siswa- siswi.

Kepala SD Muhammadiyah Bausasran Suwarjo mengatakan, tema yang diangkat dalam milad ini adalah Mubayo Hebat Menjadikan Sekolah Sebagai Taman Insani Menuju Indonesia Sejati. Artinya, sekolah ini ingin dijadikan tempat pembelajaran yang tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan saja tetapi kenyamanan yang dapat memotivasi psikis dan emosional bagi yang ada di dalamnya. Termasuk siswa maupun pengajar.

“Sebagaimana filosofi taman, kami ingin memberikan sentuhan yang berbeda,” jelasnya di sela- sela seremonial, Kamis (18/1).Jika sekolah lainnya hanya mengutamakan konsep pengetahuan, Mubayo lebih pada bagaimana menciptakan sekolah yang nyaman dan aman bagi anak- anak. Goalnya adalah anak itu merasa betah sehingga materi pembelajaran yang diberikan akan masuk begitu saja tanpa membebani mereka.

Oleh karena itu, sekolah ini menanamkan lima karakter, religius, tanggung jawab, integritas, kemandirian, dan cinta tanah air sebagai metode pendidikannya. “Religius misalnya mereka harus dekat dengan Tuhannya. Implementasinya, sebelum memulai pelajaran, anak- anak diharuskan membaca Iqro atau Alquran terlebih dahulu. Lalu ada juga kegiatan salat Dhuha,” tuturnya.

Selain seremonial, Milad ke-101 ini juga diisi dengan launching ektrakulikuler futsal Dahlan Muda FA- Moebayo. “Sudah lama kami mendambakan ekskul ini. Harapannya ekskul ini dapat mewarnai prestasi non akademik yang ada di Mubayo,” ucapnya.

Suwarjo menjelaskan, untuk prestasi non akademik Mubayo pernah menyabet juara 1 lomba Jemparingan tingkat provinsi. Sedangkan untuk prestasi akademik tahun ini, siswa kelas 5 & 6 berhasil masuk sebagai finalis kompetisi MIPA di Palembang. (obi/met/din/mg1)