JOGJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ tengan melakukan finalisasi data dampak dari kejadian bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November tahun lalu.

Kepala Pelaksana BPBD DIJ Biwara Yuswanta mengatakan, data tersebut nantinya sebagai acuan dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon).

Dia menjelaskan, dari data tersebut baru tiga pemerintah daerah (pemda) yang telah melakukan finalisasi yakni Pemkab Kulonprogo, Gunungkidul, dan Pemkot Jogja. Pihaknya, masih akan melakukan pembaruan data dari sejumlah wilayah lain yang juga terdampak.

“Datanya masih bergerak, kalau bisa pada 18 Januari sudah bisa dikirim ke pusat untuk dilakukan verifikasi,” kata Biwara ditemui belum lama ini.

Dikatakan, dari perhitungan sementara kerugian yang dialami akibat bencana tahun lalu mencapai Rp 520 miliar. Namun untuk pemulihan, sebutnya, angka tersebut bisa saja bertambah.
“Sebab kerugian ditambah dengan kebutuhan lain sehingga nantinya bisa lebih besar. Kami tunggu saja dari pusat, tapi kalau dari koordinasi angkanya tidak jauh berbeda dengan perhitungan daerah,” jelasnya.

Sementara untuk langkah penanganan warga yang masih mengungsi seperti yang ada di Jogja, BPBD DIJ masih membahas hal tersebut dengan Pemkot Jogja. Sebab, pemkot yang nanti mengambil kebijakan apakah nantinya warga tersebut dipindah atau didirikan hunian sementara.
Sementara itu, dari data yang ada di Pusdalops DIJ selama 2017 lalu terdapat 1.970 laporan kebencanaan di mana 1.065 masuk dalam kejadian bencana. Sebanyak 122 orang dinyatakan meninggal dunia dan 69 korban luka selama kejadian tersebut.

Kejadian cukup menonjol terjadi pada November 2017 lalu. Bulan itu, Pusdalops DIJ menerima laporan 714 kejadian longsor, 13 kejadian angin kencang, tiga kejadian banjir, dan empat kecelakaan laut.

Dikatakan selama tahun kemarin, 1.549 pohon tumbang akibat angin kencang akibat curah hujan yang cukup tinggi. Bahkan kerusakan lahan pertanian yang ditimbulkan mencapai 80 ribu hektare. Sementara jalan provinsi, kabupaten, dan desa yang mengalami kerusakan mencapai 23 kilometer. (bhn/ila/mg1)