SLEMAN – Tim bola voli putri Jakarta BNI Taplus gagal sapu bersih Proliga Seri I di GOR UNY. Hal itu setelah di partai kedua Minggu (21/1) dikalahkan Jakarta Popsivo Polwan 3-1 (25-13, 25-22, 17-25 dan 25-19). Cederanya kapten tim Karina Ocasio di awal set pertama, sedikit banyak memengaruhi permainan tim.

Pelatih Jakarta BNI Rico Herlambang mengakui, keluarnya pemain asal Puerto Rico itu cukup disayangkan. Apalagi pemain lain sangat berharap pebola voli bernomor punggung 11 itu kembali menunjukkan kemampuannya.

“Sebenarnya tanpa Karina permainan masih ramai. Tapi anak-anak terlanjur berharap. Fokus pemain sedikit berubah,” ungkapnya setelah pertandingan.

Rico juga mengatakan, di sisi lain lawan bermain cukup bagus. Irama permainan Popsivo luar biasa percaya diri. Pemain sedikit panik dan strategi yang dilakukan menjadi serba salah. “Mereka servis jarang gagal, defense ada bola tinggi juga kuat, kami kalah kondisi,” tambahnya.

Meskipun demikian, pelatih masih optimistis bisa mengubah situasi di seri berikutnya.

Pemain BNI Komang Bumi Rekta mengatakan, meksipun kapten tim harus meninggalkan lebih cepat, pemain masih mempunyai semangat untuk berjuang. Namun diakui komunikasi jadi sedikit bingung. “Lawan memang percaya diri, tapi kami masih bisa memberikan perlawanan,” tuturnya.

Asisten Pelatih Jakarta PGN Popsivo Ayip Rizal mengaku puas dengan penampilan Amalia Fajrina dkk. Menurutnya, kunci kemenangan timnya adalah kekompakan di semua lini. “Target servis jalan, startegi yang kami arahkan blok jadi lebih rapi, man to man sudah kami siapkan,” jelasnya.

Selain itu, pelatih telah melihat permainan lawan di hari sebelumnya. Hal itu menjadi modal bagus di pertandingan tersebut. Sempat kehilangan fokus dan rotasi kurang sempurna di set ketiga, namun bisa kembali kompak.

“Kami tumbuhkan kepercayaan diri dan teamwork. Absennya Karina mungkin keuntungan bagi kami, tapi kami siap dengan lawan siapa pun. Kami siapkan tim kami sendiri,” katanya.

Pemain Popsivo Rianita Panirwan mengatakan, pertandingan melawan BNI Taplus dirasakan pemain cukup percaya diri. Komunikasi dengan pemain juga lebih bagus. “Kami tidak mengulang kesalahan yang sama. Set keempat kami juga lebih lepas dan percaya diri,” jelasnya. (riz/laz/mg1)