SEMENTARA ITU, di wilayah Sleman warganya juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan menuturkan, hujan yang terjadi selama tiga hari berturut-turut bisa meningkatkan kejenuhan tanah yang memungkinkan terjadinya longsor.

Dalam beberapa hari belakangan hujan di Sleman tergolong konstan. Intensitas hujan juga beragam mulai dari rendah hingga tinggi. Bahkan hujan bisa terjadi dari pagi hingga sore hari yang berdampak pada genangan di sejumlah titik.

“Konsentrasi air pada tanah bisa meningkat. Memasuki hari ketiga perlu waspada atas titik-titik rawan longsor,” ujarnya Minggu (21/1).

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian di antaranya kawasan perbukitan di Kecamatan Prambanan. Kawasan ini kerap terjadi longsor, terlebih jika curah hujan tinggi. Selanjutnya kawasan tebing-tebing termasuk kawasan bantaran sungai.

Dia juga mengimbau warga waspada potensi angin kencang. Sleman, lanjutnya, memiliki potensi angin kencang cukup tinggi. Terlebih kawasan sekelilingnya merupakan perbukitan. Alhasil angin lebih mudah terbentuk, seperti di kawasan Sleman bagian barat.

“Angin kencang ini kadang tidak terdeteksi, karena hanya diawali dengan hujan ringan. Seperti hari ini ada tujuh laporan pohon tumbang karena angin kencang. Dua kasus di Prambanan, satu di Depok, dua kasus di Gamping, satu di Pakem, dan satu lagi di Mlati,” katanya.

Dia juga meminta relawan mengawasi setiap wilayahnya. Mengutamakan komunikasi guna mengatasi dampak cuaca. Terutama membuka akses jalan untuk mendukung upaya evakusi ke lokasi kejadian.

“Saat ini kejadian-kejadian langsung teratasi oleh tim relawan dan kebencanaan masing-masing wilayah. Warga terdampak juga sudah mendapatkan bantuan, khususnya yang rumahnya tertimpa pohon,” ujarnya.

Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG DIJ Djoko Budiyono mengungkapkan, angin kencang masih bisa terjadi hingga awal Februari. Fenomena ini seiring dengan berlangsungnya puncak musim penghujan.

Berdasarkan data BMKG DIJ potensi angin kencang mayoritas berada di Sleman. Mulai dari Kecamatan Godean, Moyudan, Minggir, dan Ngaglik. Untuk kawasan Kabupaten Bantul berada di Kecamatan Sedayu, sementara Kabupaten Kulonprogo di Kecamatan Nanggulan dan Girimulyo.

“Ada tekanan rendah pada atmosfer udara khususnya selatan equator. Ditambah adanya pergerakan angin monsoon Asia. Penguatan monsoon Asia ini membentuk hujan dan juga memicu angin kencang,” jelasnya. (dwi/ila/mg1)