Sinusitis adalah adanya inflamasi pada sinus dikarenakan adanya penumpukan mucus yang mengakibatkan berkembangnya bakteri dan semua keadaan yang mengakibatkan tersumbatnya aliran lender dari sinus ke rongga hidung dapat mengakibatkan sinusitis. Sinus merupakan rongga berisi udara yang terdapat di sekitar rongga hidung dan keberadaannya di belakang dahi, tulang hidung, pipi dan mata. Dan dindingnya terlindungi oleh tulang keras dan di syarafi oleh n. opthalmicus dan n. maxillaries, dan fungsi dari rongga sinus itu sendiri untuk menjaga kelembaban hidung dan menjaga pertukaran udara di daerah hidung, menghasilkan lender yang dialirkan ke rongga hidung untuk selanjutnya dialirkan ke belakang kearah tenggorokan untuk ditelan kesaluran pencernakan.

Ada beberapa penyebab yang mengakibatkan sinusitis, di antaranya adalah menurunya fungsi silia didalam hidung, defiasi sputum pada hidung, peradangan pada tulang hidung, polip dan alergi. Dan beberapa faktor yang dapat menimbulkan sinusitis, antara lain adalah perokok, penderita alergi, perenang, penderita influenza, dan orang yang tinggal di daerah udara kering. Biasanya sinusitis biasanya diikuti dengan tanda dan gejala, seperti pilek yang berangsur lama, pusing, pendengaran terganggu, indra penghirup tidak sensitif, nafsu makan berkurang, hidung mampet. Sinusitis dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu sinusitis akut dan sinusitis kronis. Sinusitis akut biasanya terdapat beberapa gejala di antaranya pilek yang berangsur lama dan terjadi selama kurang lebih sekitar 3 minggu. Sinusitis kronis keluhan ini dapat berangsur lama, bisa ber bulan bulan dan bahkan bertahun tahun, diawali dengan kondisi akut terlebih dahulu yang tidak berangsur sembuh, biasanya terjadi 3 – 8 minggu.

Sinusitis tersebut dapat di lakukan penanganan dengan medikametosa dan tindakan fisioterapi. Dan di sini saya akan membahas bagaimana penanganan fisioterapi yang tepat terhadap sinusitis. Sinusitis dapat dilakukan tindakan fisioterapi baik menggunakan elektoterapiutik atau manual terapi yang bertujuan untuk mengurangi nyeri dan membantu mengalirkan cairan pada sinus melalui pembuluh limfe pada tubuh. Tindakan fisioterapi yang dapat diberikan pada kondisi sinusitis adalah dengan menggunakan terapi ultrasounic / gelombang suara yangmenghasilkan mekanisme getaran dengan frekwensi lebih dari 20 Khz, dengan pengaturan dosis dan frekwensi yang tepat dapat menghasilkan efek biologis, thermal, mengurangi nyeri dan efek sedative pada ujung syaraf. Dan tujuan pemberian ultrasounic therapy ini adalah meningkatkan permeabilitas membrane, mengencerkan lender yang menumpuk di rongga hidung, mempercepat proses penyembuhan radang. Selain ultrasonic therapy juga dilakukan penanganan dengan menggunakan MLDV Manual Lymph Drainage Vodder yaitu teknik manual terapi pada pembuluh limfe yang bertujuan untuk meningkatkan imunitas, regenerasi sel dan merangsang sytem saraf parasimpatis. Pengaruh yang didapat dari terapi dengan MLDV terhadap kondisi sinusitis adalah dapat mempengaruhi kapiler limfe dan vena yang terdapat pada area sinus dengan penekanan cairan intertisial di kapiler limfe, terjadinya proses connective tissue dimana cairan intertisial dialirkan dari tempat yang mengalami overload ke area yang lain untuk dialirkan melalui peran pembuluh limfe dan vena, sehingga terjadi keseimbangan dalam proses sirkulasi cairan. Selain itu juga akan mempengaruhi imunitas dalam tubuh, dengan terjadinya sirkulasi cairan yang baik dapat menstimulus system raticulo endothelia dan mempercepat aliran limfe kearah ganglia.

Jadi dari pembahasan diatas dengan pemberian tindakan yang tepat serta program yang jelas dalam proses fisioterapi akan berdampak positif terhadap kondisi sinusitis. Selain terapi dengan pengobatan medikametosa, fisioterapi bisa menjadi alternative pilihan yang tepat dalam proses penyembuhan sinusitis baik pada kondisi akut atau kronis.