MAGELANG – Pucuk pimpinan Universitas Tidar (Untidar) Magelang segera berganti. Civitas akademika PTN ini sedang mencari sosok pengganti Prof Dr Cahyo Yusuf M.Pd yang hampir habis masa baktinya. Pergantian ini dilangsungkan secara terbuka untuk siapa pun.

“Calon rektor tidak hanya unggul dalam bidang akademis. Namun dituntut punya pengalaman dan jaringan yang kuat,” ujar Ketua Panitia Pemilihan Rektor sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar Bambang Kuncoro kemarin.

Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Untidar Periode 2018-2022 resmi mengumumkan persyaratan dan jadwal pelaksanaan pemilihan calon rektor. Rangkaian kegiatan pilrek dimulai 17 Januari bersamaan publikasi syarat dan ketentuan pilrek di laman kampus.

Rangkaian akan berakhir 5 April pada kegiatan pemilihan calon rektor dalam rapat senat tertutup oleh senat bersama menteri riset, teknologi dan pendidikan tinggi.”Kita tahu Untidar masih dalam taraf berkembang dan membutuhkan kekuatan link. Atau koneksi dengan pihak luar untuk memajukannya kampus ke depan,” tambahnya.

Ia menyatakan kesempatan menjadi calon rektor Untidar bersifat terbuka. Tidak hanya bagi kalangan internal, namun juga dari luar kampus. “Publikasi pertama pengumuman pilrek lewat website selanjutnya kami akan mulai mengumumkan di beberapa media publikasi lainnya seperti baliho dan media cetak,” jelasnya.

Pendaftaran bakal calon rektor dibuka 18 Januari-2 Februari mendatang. Beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang memiliki pengalaman jabatan sebagai dosen dengan jenjang jabatan akademik paling rendah lektor kepala, berusia paling tinggi 60 terhitung mulai tanggal 24 April 2018, berpendidikan minimal doktor (S3), sehat jasmani dan rohani.

“Pengalaman manajerial calon rektor paling rendah sebagai ketua jurusan atau sebutan lain yang setara. Atau ketua lembaga paling singkat dua tahun di PTN, atau paling rendah sebagai pejabat eselon II.a di lingkungan instansi pemerintah,” jelasnya.(ady/laz/mg1)