KULONPROGO – Buruh pencetak batu bata, SA, 45, warga Kalirejo, Salaman, Magelang diciduk polisi. Gara-garanya membeli sapi milik Rakimin Pujo Raharjo, 66, warga Pedukuhan Kalisentul, Banjarharjo, Kalibawang menggunakan uang palsu (upal).

Polres Kulonprogo masih melakukan pengembangan kasus tersebut. SA ditangkap Reskrim Polsek Kalibawang Selasa (16/1) sekitar pukul 09.00 saat dia mencetak batu bata di Pedukuhan Bedilan, Ringinanom, Tempuran, Magelang.

“Penangkapan berdasarkan laporan korban. Pelaku datang ke rumah korban bersama temannya, Satrio di Banjarharjo. Membeli dua sapi pada 9 Agustus 2017 dengan nilai Rp 30 juta,” kata Kapolsek Kalibawang Kompol Endang Suprapto kemarin (21/1).

Setelah transaksi, korban curiga ketika menghitung uang. Ternyata sebagian adalah upal. Upal itu sebanyak 285 lembar berupa pecahan Rp 100 ribu dan 12 lembar Rp 50 ribu.

“Sisanya uang asli, korban langsung melapor ke Polsek Kalibawang,” jelas Endang Suprapto.

Setelah dilakukan penyelidikan lima bulan, Reskrim Polsek Kalibawang menangkap SA. Dilakukan pengembangan ke wilayah Kajoran, Magelang untuk mencari keberadaan Satrio.

Namun Satrio tidak ada di rumahnya. Hingga kemarin Satrio masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Kulonprogo.

“SA mengaku mendapat upal dari tetangganya berinisial J. Kami masih melakukan pengembangan. Pelaku dijerat pasal 26 UU 7/2001 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” kata Endang Suprapto.

SA mengaku tahu jika uang untuk membeli sapi itu sebagian merupakan upal. “Saya mendapat upal Rp 30 juta dari tetangga saya J. Dia baru saja keluar penjara, saya diiming-imingi akan diberi modal apabila dapat menggunakan upal tersebut,” kata SA. (tom/iwa/mg1)