JOGJA – Hujan deras disertai angin yang terjadi di DIJ sejak Sabtu (20/1) pagi menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Hujan yang mengguyur sejak pukul 06.00 itu terjadi merata di seluruh wilayah DIJ.

Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ mencatat kerusakan tersebar di lima kabupaten/kota. Pohon tumbang banyak terjadi di Bantul, yakni di 37 titik. “Bahkan tiga tiang listrik dan satu tower internet roboh,” kata Manajer Pusdalops BPBD DIJ Danang Syamsu Sabtu (20/1).

Di Kulonprgo, terdapat 23 titik pohon tumbang dan satu titik longsor. Sementara di Sleman ada 12 titik pohon tumbang. Sedangkan di Kota Jogja, satu tiang listrik roboh dan tiga titik pohon tumbang.

Danang mengatakan belum ada laporan adanya korban jiwa. Namun tumbangnya beberapa pohon itu merusakkan fasilitas seperti tiang listrik hingga mengganggu akses jalan.

Untuk mengatasi dampak kejadian, BPBD DIJ dibantu TNI, Polri dan lembaga lain sudah melakukan evakuasi pemotongan pohon yang melintang di jalan umum.

Kepala BPBD DIJ Biwara Yuswantana mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan mewaspadaan. Dari informasi BMKG, cuaca buruk diperkirakan masih akan terjadi selama lima hari ke depan.

Selain antisipasi pohon tumbang, Biwara meminta masyarakat yang ada di bantaran sungai untuk waspada. “Bila hujan cukup tinggi, ada baiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman,” katanya.

Masyarakat diminta belajar dari pengalaman saat terjadi siklon tropis Cempaka yang melanda DIJ pada November tahun lalu. Ketika itu, puluhan warga menjadi korban akibat talud dan tebing longsor. “Kami koordinasikan dengan relawan-relawan daerah untuk menyampaikan sosialisasi kewasapadaan,” katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIJ juga sudah memberikan peringatan agar masyarakat waspada terhadap dampak potensi hujan lebat dan angin kencang.

Kepala Kelompok Data dan Informasi Staklim Jogja Djoko Budiyono menyatakan, kondisi iklim DIJ hingga Januari pada periode curah hujan tinggi hingga 300 mm per dasarian. Sementara curah hujan di wilayah Sleman, Jogja, dan Kulonprogo mencapai 150 mm per dasarian.

Hujan intensitas tinggi pada sore dan malam hari, berpotensi disertai petir serta angin kencang.”Jelang akhir Januari hingga Februari merupakan puncak musim hujan,” katanya. (bhn/laz/mg1)