BANTUL – Kasus kriminalitas di jalanan benar-benar menjadi perhatian serius Polres Bantul. Itu ditandai dengan pembentukan Tim Opsnal Terpadu. Tim yang beranggotakan 60 personel ini tidak hanya dilengkapi berbagai senjata seperti laras panjang dan pistol. Lebih dari itu, seluruh personel ‘pasukan rahasia’ ini juga diberikan keleluasaan melakukan penindakan seperti penggeledahan hingga penangkapan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo, berbagai fasilitas dan kewenangan khusus Tim Opsnal Terpadu ini mengacu surat perintah kapolres Bantul langsung. Itu sebagai bekal agar kejahatan di jalanan tertangani segera dan tuntas. “Mereka juga difasilitasi kendaraan dengan CC besar,” jelas Angga, sapaannya di sela pembentukan Tim Opsnal Terpadu di halaman Mapolres Bantul Kamis malam (18/1).

Ada empat jenis kriminalitas yang menjadi target sasaran. Yaitu, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan klithih. Bekas kasat Res Narkoba ini melihat, tiga jenis kejahatan pertama di Kabupaten Bantul belakangan ini cukup tinggi. Rerata terjadi saat malam hari. Pelaku tak segan menakut-nakuti korban dengan senjata tajam agar memberikan barang bawaannya.

Kendati begitu, tim ini juga memberikan atensi terhadap klithih. Walaupun, Angga mengklaim, intensitas jenis kejahatan ini belakangan mengalami penurunan. Aksi kejahatan ini bergeser ke wilayah Kota Jogja dan Sleman. “Tapi modusnya berubah. Mereka tak lagi pakai sajam (senjata tajam). Sekarang pakai batu,” ucapnya.

Dikatakan, perubahan modus ini karena seringnya intensitas razia yang digelar Polres Bantul. Menurutnya, kepolisian memang sering menggelar razia sajam di berbagai titik yang diduga sebagai tempat nongkrong anak baru gede (ABG). Oleh karena itu, Angga berharap Tim Opsnal Terpadu mampu menjawab perubahan modus ini. Caranya dengan meningkatkan pengawasan di berbagai titik lokasi yang ditengarai rawan. “Mereka (tim) pakai seragam sipil. Identitasnya juga kami rahasiakan,” ungkapnya.

Kapolres Bantul AKBP Sahat M Hasibuan menegaskan, Tim Opsnal Terpadu bersifat permanen. Tim ini bakal selalu bergerak mengantisipasi sekaligus menangani aksi kejahatan di jalanan. Meski, angka empat jenis kejahatan ini seandainya mengalami penurunan. Bahkan, tim ini juga tidak hanya bergerak saat hari libur panjang maupun akhir pekan. Melainkan setiap hari. “Patroli rutin tetap ada. Namun, tim ini juga bergerak rahasia,” tambahnya.(zam/din/mg1)