SLEMAN – Teka-teki terkait nasib keikutsertaan SFC Planet Sleman dalam Pro Futsal League (PFL) 2018 akhirnya terjawab. Mereka akhirnya menyepakati merger dengan tim asal Sidoarjo Dyvy FT. Dalam keikutsertaan di PFL namanya akan menjadi Dyvy SFC Planet.

Sebelumnya dikabarkan SFC tidak akan mengikuti PFL lantaran tak memiliki dana. Pemilik SFC Budi Handoko bahkan menjual slot keikutsertaan mereka di kompetisi sebesar Rp 190 juta. Namun belakangan tim asal Sleman itu telah mencapai kata sepakat dengan Dyvy, untuk menjalani turnamen bersama. “Lisensi kepemilikan masih ada di SFC Planet tapi persiapan dan pemain, pihak Dyvy yang akan bertanggung jawab. Namanya menjadi Dyvy SFC Planet,” kata Handoko, kemarin.

PFL 2018 akan dimulai Sabtu ini (20/1) di GOR Amongrogo Kota Jogja. Mereka akan bermain dua kali pada Seri I, yaitu menghadapi Dekings Halus FC Jakarta, hari ini (20/1) dilanjutkan SKN FC Kebumen pada Minggu (21/1). Budi pun mempercayakan persiapan pada pemain lawas Dyvy. Para pemain Dyvy SFC Planet pun sebagian besar berasal dari Sidoarjo yang telah melakukan persiapan sejak Desember tahun lalu.

“Tidak masalah soal persiapan yang kurang, sebab persetujuan kerjasama saja baru dilakukan. Dyvy juga sudah siap dengan pemain-pemain mereka. Lagipula mereka sudah banyak ikut kompetisi. Sehingga mereka siap segalanya. Itu pula yang membuat kami mau untuk merger,” imbuhnya.

Dyvy FT merupakan tim peserta Liga Futsal Nusantara Jatim. Tim milik Dedi Eko ini dua kali menjuarai Liga Futsal Nusantara Jatim. Namun, dua kali pula langkah mereka kandas di babak 32 Besar nasional. (riz/din/mg1)