VIRAL: Secara resmi lokasi wisata di atas lahan persawahan ini belum dibuka, namun sudah ngetop di medsos. (SETIYAKI A. KUSUMA/RADAR JOGJA)

PENGURUS Desa Wisata Sukorame Suyatno, 47, sengaja membangun jembatan bambu di atas lahan pertanian. Untuk apa? Menarik wisatawan datang ke dusunnya.

Sebab selama ini Sukorame belum punya destinasi wisata penarik wisatawan. Sukorame ada di sisi paling timur kawasan wisata Mangunan Bantul.

“Selama ini sudah banyak dusun lain di Mangunan membuka destinasi wisata. Mampu memberi pemasukan bagi warga,” kata Suyatno.

Mereka pun berinisiatif membuat spot wisata di dusunnya. Agar mereka tidak sekadar menjadi penonton di kawasan Mangunan.

“Lahan persawahan dipilih sebagai spot wisata oleh warga dusun karena memiliki keindahan tersendiri. Apalagi saat pagi, kawasan di tepi Jalan Raya Dlingo ini selalu diselimuti kabut,” promosi Suyatno.

Kondisi tersebut potensial dijadikan spot wisata kekinian. Banyak digemari kalangan remaja milenial.

“Sesuai surat keputusan pemerintah tingkat desa, Dusun Sukorame sudah ditetapkan sebagai desa wisata berbasis budaya dan kerajinan. Kami memilih mengembangkan potensi budaya agraris atau pertanian,” ujar Suyatno.

Objek wisata tersebut mulai dibangun Juli 2017. Menggunakan dana swadaya masyarakat. Secara resmi lokasi wisata di atas lahan persawahan itu belum dibuka.

Warga masih berupaya membangun sejumlah infrastruktur pendukung. Seperti akses jalan masuk, lokasi parkir, maupun tempat beristirahat, toilet dan sebagainya.

“Karena dilakukan swadaya, kami tidak bisa membangun lokasi wisata ini dengan cepat. Untuk membuat jembatan bambu kami sudah habis sekitar Rp 70 juta,” kata Suyatno.

Lokasi itu dibangun di atas lahan pertanian kas desa. Jembatan bambu tidak mengganggu produktivitas tanaman padi.

Para petani penggarap lahan juga telah sepakat menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi wisata. Selain membangun spot foto di atas lahan persawahan, rencananya warga juga akan membuat museum tani sederhana di lokasi tersebut.

“Saya kira konsep spot wisata di atas lahan pertanian seperti ini baru ada di sini. Jadi, ini yang pertama kali ada,” ujar Suyatno bangga. (sky/iwa/mg1)

(SETIYAKI A. KUSUMA/RADAR JOGJA)