SLEMAN – PSS tak mampu menaklukkan 9 pemain Kuala Lumpur FA dalam partai terakhir Coppa Sleman 2018 Jumat (19/1). Kedua tim bermain imbang 0-0 dalam 2×45 menit. Meskipun demikian, dengan koleksi 7 poin, Super Elang Jawa menjadi yang terbaik dalam turnamen pra-musim di Stadion Maguwoharjo itu.

Meskipun bertajuk turnamen pra-musim, Coppa Sleman yang mempertemukan PSS melawan Kuala Lumpur FA berjalan ketat. Pertandingan yang layaknya final itu diwarnai 3 kartu merah dan empat kartu kuning. Plus pelatih Kuala Lumpur juga harus diusir dari pinggir lapangan.

PSS menurunkan starting eleven yang hampir sama dengan laga perdana melawan PDRM. Bedanya posisi Adi Nugroho digantikan Dave Mustaine.

Sedangkan Kuala Lumpur FA memainkan semua pemain asingnya sejak menit pertama. Seperti Junior Guimaro, Guilherme De Paulo, Bubirjon Akbarov dan Paulo Sturmer.

Sejak menit pertama PSS mengambil inisiatif serangan dan menguasai ballposesion. Hasilnya mereka mempunyai intensitas serangan lebih banyak. Namun peluang urung berbuah gol. Ditambah lagi, pemain selalu kebingungan mengambil keputusan di depan gawang.

Pertandingan menjadi semakin seru setelah pelatih Kuala Lumpur Fabio Maciel diusir wasit. Dia dinilai melakukan tindakan tak terpuji dengan menendang botol di pinggir lapangan.

Tak hanya itu, jelang turun minum kapten tim peserta Liga Super Malaysia Indra Putra juga dikartu merah karena menjatuhkan Slamet Budiono. Namun meskipun menciptakan peluang lewat Slamet Budiono, Tambun Naibaho, dan Dave Mustaine, tapi kedua tim masuk ruang ganti dengan skor kacamata.

Keluar dari ruang ganti, PSS tetap menguasai permainan. Namun pola serangan yang dibangun mudah dipatahkan barisan pertahanan Kuala Lumpur. Namun menit 53, Slamet Budiono sempat melepas tembakan yang menerpa tiang gawang Kamarul Efandi.

Pertandingan juga sempat memanas ketika perebutan bola antara Slamet Budiono dengan Junior Guimaro. Junior dinilai menendang perut Slamet. Tak terima Slamet lalu memukul kepala Guimaro. Sontak, pemain kedua tim berhamburan dan terjadi sedikit keributan. Wasit lalu memberikan kartu merah pada kedua pemain.

Unggul jumlah pemain, PSS tak mampu unggul. Sampai wasit Kusdiyanto meniup peluit panjang tidak ada gol tercipta dalam pertandingan tersebut.

Manajer PSS Sismantoro mengatakan,turnamen ini bagian untuk membentuk tim menyongsong liga. Keberhasilan menjuarai turnamen ini sesuai target yang ditetapkan. “Kami ingin menyiapkan tim yang betul-betul siap,”jelasnya. (riz/din/mg1)

.