Bukan kuda atau sapi yang menarik sebuah gerobak di Purbayan, Kotagede, Jogja siang Jumat (19/1). Hewan yang selama ini dianggap sudah punah itu mampu menarik gerobak kecil dengan dua anak di dalamnya. Tentu saja ini bukan T-Rex sebenarnya. Tapi sebuah replika yang digerakkan dengan mesin robot animatorik.

Adalah Muhammad Iqbal Firmansyah sang kreator T-Rex itu. Robot seberat 70 kilogram itu digerakkan dengan baterai 45 ampere yang tersambung ke motor listrik bertegangan 12 volt. T-Rex Kotagede mampu menarik beban hingga 50 kilogram selama 30 menit.

JALAN-JALAN YUK…:Replika T-Rex karya Muhammad Iqbal Firmansyah mampu menarik gerobak dengan dua penumpang anak-anak. Robot animatorik itu dibuat dengan bahan daur ulang dan digerakkan dengan baterai 45 ampere bertegangan 12 volt. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

Alumnus SMK Muhammadiyah 3 Kota Jogja Jurusan Teknik Kendaraan Ringan itu bertekad terus mengembangkan T-Rex. Baik dari segi teknologi, maupun kemampuannya. Hanya untuk saat ini dia masih mengalami kendala pembiayaan.

Awalnya Iqbal hanya membuat replika dinosaurus agar bisa untuk belajar sekaligus bermain bagi anak-anak di kampungnya. Iqbal pun membuat replika dinosaurus yang bisa disentuh, bahkan dinaiki orang. Hal itu karena selama ini replika dinosaurus yang terpasang di pusat perbelanjaan maupun wahana bermain biasanya tidak boleh disentuh, apalagi dinaiki orang. Iqbal juga mengungkapkan impiannya itu kepada orang tuanya. Namun, perkiraan biaya yang harus dia keluarkan terlalu mahal. Hampir Rp 20 juta. Nah, untuk menghemat ongkos, Iqbal mengakalinya dengan bahan-bahan bekas yang ada di sekitarnya. Termasuk sisa bahan karya orang tuanya yang merupakan seniman patung. “Saya hanya menggunakan barang-barang bekas seperti karet, busa, spon, dan silikon,” tuturnya.

Untuk merangkai semua bahan dan motor penggerak, remaja kelahiran 3 Juli 1999 itu dibantu sang ayah serta tiga tetangganya. Replika T-Rex pun terbentuk pada November 2017. Namun ketika itu Iqbal kesulitan menggerakkan kaki T-Rex aga bisa jalan seimbang. “Makanya di belakangnya dipasang gerobak. Itu sekaligus sebagai penyeimbang kaki,” katanya sambil tersenyum.

Sejauh ini Iqbal memang tak mencurahkan seluruh waktunya untuk mengkreasi T-Rex robotik itu. Dia hanya mengerjakannya di saat senggang, sambil berjualan pisang keju di Jalan Menteri Supeno, Kota Jogja. Kini replika T-Rex karyanya makin dikenal orang. Namun Iqbal belum berencana menjual atau memproduksinya secara masal. “Memang ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak pengelola wisata minta untuk dibuatkan,” ungkap putra sulung pasangan Soleh Hamdani dan Liana Lestari itu. “Yang banyak dipesan hanya replikanya. Karena kalau dengan mesin penggeraknya terlalu mahal,” lanjutnya.

Soleh Hamdani mengaku kagum dengan ketekunan putranya itu. Dia pun sangat mendukung kreativitas Iqbal untuk meraih impian. “Awalnya saya hanya sering lihat Iqbal menggambar dinosaurus. Lalu ikut membantu sejak dia menyampaikan keinginannya membuat replika itu,” ungkapnya.

Soleh ikut turun tangan demi menekan biaya yang harus dikeluarkan untuk produksi T-Rex. (yog/mg1)