TAK lengkap jika berkunjung ke Bantul tidak menikmati sajian lezat ini. Ya, Anda wajib mampir dan menikmati kelezatan Mangut Lele Bu Is

Kuliner ini termasuk legendaris di Bantul. Tidak seperti mangut lele umumnya, sajian Mangut Lele Bu Is yang ada di Jalan Imogiri Barat KM 12, Dusun Jetis, Sumberagung, Jetis ini lebih komplet.

Menurut Ari Astuti, pemilik Mangut Lele Bu Is, ada beragam lalapan pelengkap. Disajikan bersama mangut lele. Di antaranya, taoge, daun pepaya, bayam, kecipir dan daun untas. Semuanya serba direbus.

“Ada oseng-oseng lombok hijau. Juga ada sambal terasinya,” jelas Ari di warungnya (19/1).

Seperti namanya, mangut lele disajikan berkuah. Rasanya menggoda lidah meski sedikit terasa pedas. Namun rasa mangut lele-nya tak pernah berubah.

Pengelola warung yang ada di utara traffic light Simpang Empat Jetis ini telah turun ke generasi kedua. Rahasianya terletak pada bumbu rempah yang digunakan untuk memasak kuah.

“Lelenya digoreng dulu sebelum dimasak,” jelas menantu pendiri Warung Mangut Bu Is ini.

Warung tersebut buka setiap hari. Mulai pukul 08.00 hingga pukul 20.00. Rerata setiap hari memasak 20 kilogram lele. Atau untuk sekitar 200 porsi. Ari menyebut ratusan porsi ini pasti ludes terjual.

“Satu porsi Rp 20 ribu. Lengkap dengan minumannya. Seperti es jeruk,” katanya.

Selain warga sekitar, penikmat Mangut Lele Bu Is adalah wisatawan luar Bantul. Tak jarang wisatawan dari Hutan Pinus Mangunan mampir untuk memanjakan lidah mereka. Ayo ke sana. (zam/iwa/mg1)