MAGELANG – Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jawa Tengah sedang diuji. PKB berkoalisi dengan beberapa parpol mengusung bakal calon pasangan gubernur Sudirman Said dan Hj Ida Fauziah. Sementara koalisi lawan mengusung bakal calon pasangan gubernur Ganjar Pranowo dan Gus Yasin yang merupakan gubernur petahana.

“Jateng sedang diuji. Apakah sakti pada Pilkada 2018 ini. Sakti itu apa, karena PKB melawan (gubernur) incumbent,” ujar Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar saat Rakor dan Ikrar Pemenangan Pak Dirman dan Mbak Ida di Kota Magelang, Jumat (19/1) sore.

Menurut Cak Imin, petahanan sudah start lebih awal. PKB mestinya mengerti betul denyut nadi masyarakat di Jawa Tengah. Mulai dari urusan di bidang pertanian, pariwisata, dan lainnya.

“Pertanian mengalami kemunduran, pusat wisata juga belum sepenuhnya tereksplore, bandara di Jateng, di Semarang itu saja. Jateng juga kontributor masalah pangan yaitu beras. Kita dongkrak bersama. Saya minta Jateng jadi lumbung pangan nasional,” katanya.

Ia pun menginstruksikan kader PKB menjadi bagian pemenangan momen politik yang ada. Mulai dari pilkada, pileg, dan pilpres mendatang. “Ada empat target, yaitu pilbup, pilkada, pileg dan pilpres. Sekali dayung empat pulau dilampaui. Sukses pilkada, maka sukses pileg dan pilpres,” urai Cak Imin.

Menurutnya, pilkada merupakan sarana penting untuk bisa menata dan menyiapkan langkah, sehingga bisa mewujudkan cita-cita masyarakat dan menjalankan kepemimpinan daerah. Selama ini PKB tidak terlibat langsung dalam kebijakan, dan penganggaran Pemprov Jateng.

“Beda dengan Pemprov Jatim, di sana kebijakan pemerintah melibatkan ulama, komponen ahlusunnah wal jamaah,” ungkapnya.

Ketua DPW PKB Jateng HM Muhammad Yusuf Chudlori menyampaikan, saat ini yang terpenting setelah mengusung Sudirman-Ida yaitu mengajajak bersama-sama untuk merapatkan barisan. Kader mensosialisasikan pasangan itu. “Usaha lahir batin untuk menangkan. Sesuai yang dipesankan kiai dan NU,” ujarnya.

Pada kesempatan ini Ida memperkenalkan diri di hadapan ribuan yang hadir. Majunya dia yang diusung PKB dan partai lain memiliki modal yang luar biasa. Kali ini, saatnya yang hijau menang di Jawa Tengah.

“Bisa menang kalau struktur pantai berjejaring dengan NU, bekerja untuk Jawa Tengah. Saya percaya, bapak ibu tidak membiarkan saya menjalankan sendiri perintah ketum PKB. Bapak ibu bagian dari kemenangan itu,” urainya.

Ida membacakan ikrar politik yang berisi enam poin. Di antaranya melayani rakyat dengan sebaik-baiknya, jujur dan adil. Serta mengurangi angka kemiskinan di Jateng dan meningkatkan kesejahteraaan. (ady/laz/mg1)