GUNUNGKIDUL – Baru-baru ini mencul kabar menyedihkan dari warga Gadungsari, Wonosari. Kelalaian dokter RSUD Wonosari yang cuti selama tiga hari mengakibatkan pasien terlantar dan memicu hilangnya nyawa seorang pasien.

Informasi yang dihimpun Radar Jogja, pasien meninggal dunia atas nama Zetynia Purwaningtyas, 21, warga Rt 09/13, Gadungsari, Wonosari. Ketika masih hidup tercatat sebagai salah seorang mahasiswa perguruan tinggi di Jogjakarta.

Pada tanggal 20 Desember 2017 dia menjalani perawatan medis di rumah sakit plat merah Kabupaten Gunungkidul. Pada saat itu pasien datang bersama dengan anggota keluarga untuk berobat dengan keluhan saluran pernafasan.

Akan tetapi, selama berada di RSUD terhitung sejak 20 Desember hingga 27 Desember 2017 di Bangsal Mawar, keluarga pasien mengaku kebingungan lantaran tidak ada tindakan medis dari rumah sakit.

“Waktu itu tidak ada dokter yang menangani, hanya perawat,” kata salah satu anggota keluarga almarhum Zetynia Purwaningtyas.

Karena panik dengan kondisi kesehatan sang cucu, pihak keluarga pada saat itu sudah menanyakan prihal penanganan medis. Akan tetapi oleh perawat dijawab dengan singkat ‘dokter sedang cuti’.

“Kalau dokter cuti ya bagaimana caranya lah, tapi waktu itu malah tidak ada tindakan selanjutnya,” sesalnya.

Padahal pihaknya sudah mengeluh. Kondisi kondisi kesehatan pasien memburuk akan tetapi tidak mendapatkan penanganan. Upaya negosiasi dengan perawat terus dilakukan misalnya, pasien sebaiknya dipindah kemana agar segera ditangani namun tidak ada respon berarti.

“Kami menyesalkan tidak adanya tindakan dari rumah sakit. (pasien) langsung (kami) bawa ke RS Panti Rapih (Jogjakarta),” ungkapnya.

Namun takdir berkata lain. Nyawa Zetynia Purwaningtyas tidak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir. Meski menyesalkan penanganan dari RSUD Wonosari, pihak keluarga mengaku sudah ikhlas.

“Keluarga kami tidak mau saling menyalahkan sudah menerima cucu meninggal, sekalipun (ketika) sakit tidak diperhatikan RSUD Wonosari. Mungkin takdir cucu saya meninggal demikian,” ucapnya lirih.

Sementara itu, Pejabat Pengelola Infromasi Daerah (TPID) RSUD Wonosari, Aris Suryanto mengatakan, pemeriksaan dan visite dokter harus dilakukan meskipun pada hari-hari libur.

Namun demikian kalau ada pasien yang merasa ditelantarkan karena tidak diperiksa (divisite) oleh dokter akan ditindaklanjuti.

“Kami mohon maaf dan informasi ini akan kami jadikan evaluasi internal RSUD untuk melakukan perbaikan agar ke depannya tidak terjadi lagi,” kata Aris Suryanto. (gun/ong)