Keliling DIJ Bersihkan Masjid tanpa Memungut Biaya

Bersedakah tak harus dengan uang atau benda lainnya. Apa saja bisa. Senyum pun termasuk sedekah. Pemuda yang tergabung dalam Tentara Masjid ini memilih menyedekahkan tenaga mereka. Seperti apa bentuknya?

BAHANA, Jogja
Sinar mentari pagi Kamis (18/1) cukup terik. Di dalam Masjid Babussalam yang terletak di Mapolda DIJ, belasan aparat berseragam menunaikan salat Duha. Sementara di teras masjid belasan orang berkaus hitam dengan tulisan “Tentara Masjid” tampak sibuk dengan kegiatan masing-masing. Membersihkan masjid. Suara menderu mesin vacuum cleaner pun menyeruak. Seorang di antara mereka lalu lalang memainkan vacuum cleaner. Debu yang mengotori karpet masjid pun perlahan menghilang.
Sementara yang lain mengepel lantai, membersihkan toilet, dan menata ulang perkakas masjid.

“Butuh waktu sekitar enam jam untuk membuat masjid ini benar-benar bersih,” kata Anto Kurniawan,30, salah seorang Tentara Masjid, saat berbincang dengan Radar Jogja.

Tentara Masjid, kata Anto, merupakan buah dari pemikiran bersama. Awal sebelum terbentuknya, mereka merupakan anggota organisasi sayap dari salah satu partai politik.

Seiring berjalan waktu, Anto dan sejumlah rekannya mencetuskan ide untuk membentuk komunitas, yang kegiatannya bisa menjadi ladang amal sebagai bekal akhirat nantinya.

“Kami pilih gerakan sedekah bersih masjid. Karena kegiatan ini yang mudah dicerna bagi teman,” kata pria yang keseharianya bekerja sebagai sopir.

Pemilihan kata “tentara”, ujar Anto, atas pertimbangan banyak hal. Tentara, menurut dia, merupakan sosok dengan disiplin tinggi dan rela berkorban. Diharapkan anggota Tentara Masjid bisa mengambil sikap profesionalisme para tentara. “Disiplin, ikhlas, dan rela berkorban karena Allah,” katanya.

Meski baru berdiri selama tiga bulan, sudah 14 masjid menjadi sasaran serbu Tentara Masjid. Masjid-masjid tersebut tersebar di seluruh DIJ.
Ada sekitar 20 anggota aktif yang kerap terlibat dalam aktivitas bersih masjid. Mereka berasal dari berbagai latar belakang. Seperti pelajar, mahasiswa, pegawai, polisi, bahkan tentara sekalipun. Karena latar belakang tiap anggota yang berbeda, kegiatan Tentara Masjid terbatas.

“Biasanya jadwal kegiatan seminggu dua kali,” ujarnya.

Selain sedekah tenaga, mereka juga merelakan sebagian rezeki untuk biaya operasional. Sendangkan perlatan kebersihan ada yang miliki pribadi atau pinjam dari anggota lain.

“Vacuum cleaner kami pinjam dan bisa dipakai sebosannya. Kalau mobil opersional, itu milik anggota yang digunakan kalau ada kegiatan bersih-bersih,” ungkap Anto.

Kegiatan Tentara Masjid terbuka bagi masyatakat. Mereka selama ini kerap berinteraksi melalui akun facebook. Bagi masyarakat yang ingin masjid di wilayahnya dirawat Tentara Masjid bisa mendatangi base camp mereka di Jalan Yudhistira, Sembego, Magowoharjo, Depok, Sleman. Atau berkomunikasi lewat media sosial. “Kami tidak memungut biaya apa pun,” tegasnya.(yog/ong)