JOGJA-Sebanyak 90 persen pengusaha muslim di DIJ masih terjerat hutang. Para pengusaha menggunakan hutang tersebut untuk memulai bisnis atau usaha serta mengembangkan usaha lebih besar lagi. Hal tesebut disampaikan Ketua Komunitas Masyarakat Tanpa Riba (MTR) sekaligus anggota Asosiasi Pengusaha Muslim, Rasda Tajuddin, Senin (15/1).

“Bila dirunut lebih dalam tidak sedikit pengusaha jatuh miskin akibat hutang mereka dan riba. Angsuran bunga bank yang mencekik menjadi salah satu faktor mereka justru kehilangan materi lebih banyak lagi,” ungkap Rasda yang juga pengusaha properti tersebut.

Dirinya menyebutkan banyak solusi atau cara pintar untuk melunasi hutang yang ditanggung pengusaha tersebut seperti dengan sistem Syirkah. Sistem ini sudah diterapkan sejak jaman Nabi Muhammad SAW.

“Seperti kerjasama dua pihak, siapa yang punya keahlian dan siapa yang punya modal. Ketika bisnis sudah berjalan nanti bagi hasil sama seperti main saham ya,” jelas Risda.

Selain itu ada pula sistem seperti menjual aset dan menunda angsuran, dsb. Ilmu-ilmu untuk bebas dari utang piutang tersebut dapat dipelajari lebih detail dalam seminar internasional bertajuk “Sukses Mengmbangkan Harta Tanpa Riba” yang digelar Komunitas Masyarakat Tanpa Riba.

Dalam seminar yang akan digelar 17-18 Januari 2018 di Hotel Grand Dafam Syariah Jalan Janti-Gedongkuning ini akan menghadirkan narasumber seperti Ustad Samsul Arifin selaku pendiri Komunitas MTR, Coach Makbul, dan Coach Djula. Beberapa anggota MTR juga akan membagikan ilmu dan pengalaman agar terbebas dari hutang.

“Seminar ini kami gelar untuk kedua kalinya ya, pengalaman dari tahun lalu sudah 60 persen penguasa yang bebas dari hutangnya karena menerapkan ilmu dan materi dari seminar ini. Tahun ini kami berharap bisa mengajak 90 persen pengusaha untuk berhijrah dan memperbaiki bisnis tanpa riba. Kami juga bersedia untuk mendampingi peserta dalam proses hijrahnya,” terang Rasda.

Rasda menambahkan menjadi pengusaha sukses yang membawahi banyak jaringan bisnis sebenarnya dapat dilakukan oleh siapa saja, namun banyak yang kurang paham bagaimana melakukan bisnis secara benar dengan berbagai sistem yang dapat diterapkan tanpa meminjam modal. Melalui seminar yang dibuka untuk umum ini Rasda berharap dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memulai bisnis tanpa riba serta mengurangi jumlah pengusaha yang masih terjerat hutang. (ita/ong)