JOGJA – Pameran Restropektif 32 Tahun Yusman bertajuk “Menandai Indonesia” mengundang decak kagum banyak kalangan. Acara yang digelar di Jogja Gallery, Alun-Alun Utara Jogja, Minggu (14/1) malam, itu tak hanya dihadiri pengunjung umum. Bahkan, pada malam itu para jenderal berkumpul tak sekadar untuk menyaksikan karya Yusman. Mereka pun melantunkan puisi yang bermakna semangat kebangsaan dan kepahlawanan.

Sebut saja Kapolda DIJ Brigjen Pol Ahmad Dofiri, Komandan Lanud Adisucipto Marsma TNI Novyan Samyoga, dan Komandan Lanal Jogjakarta Kolonel Laut (P) Arya Delano. Secara bergantian mereka membaca puisi di depan patung Panglima Besar Jenderal Soedirman karya Yusman.

SEMANGAT KEBANGSAAN: Penampil acara panggung puisi dalam Pameran Restropektif 32 Tahun Yusman berfoto bersama di depan patung Pangsar Jenderal Soedirman, Minggu (14/1) malam.(Heru pratomo/radar jogja)

Selain mereka seniman Sitoresmi turut ambil bagian dengan membacakan puisi bertajuk “Doa Seorang Serdadu Sebelum Berperang” karya mendiang mantan suaminya, WS Rendra.

Sedangkan Ahmad Dofiri tampil membawakan puisi karya Asrul Sani berjudul “Lagu dari Pasukan Terakhir”.
Dalam kesempatan itu Dofiri menilai kegiatan pameran patung karya Yusman yang disemarakkan dengan pembacaan puisi karya penyair-penyair handal Tanah Air mampu menjadi penyemangat kebangsaan. “Acara-acara seperti ini yang bisa kembali mempererat semua masyarakat dan memperkuat nasionalisme,” ujarnya.

Menurut Dofiri, pameran patung Yusman mengajarkan nasionalisme dan kepahlawanan. Hal itu bisa menjadi inspirasi masyarakat. Terutama generasi muda, untuk lebih menghargai jasa-jasa besar pahlawan dan pengorbanan jiwa dan raga mereka demi bangsa Indonesia. “Implementasinya bisa dalam bentuk mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya untuk kejayaan bangsa,” tuturnya.

Yusman mengaku tersanjung dengan apresiasi dari banyak tokoh Jogjakarta atas karya-karyanya. Dikatakan, pameran kali ini merupakan ajakan Direktur Eksekutif Jogja Gallery Indro Kimpling. Kimpling mengajaknya menggelar pameran sejak tiga tahun terakhir. Yusman tak langsung mengiyakan. Dia hanya mau pameran jika bisa memakai seperempat luas Alun-Alun Utara. “Setelah ditunjukkan surat izin dari Dinas PUP-ESDDM DIJ dan Keraton Jogja saya pun mengiyakan,” ujarnya.

Selesai pameran di Jogja, Yusman bersiap terbang ke Meksiko akhir bulan ini. Ada job besar yang mesti dituntaskannya. Yusman berencana membuat patung Presiden Soekarno. Pembuatan patung presiden pertama Republik Indonesia itu aas permintaan Pemerintah Meksiko bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Patung rencananya didirikan di Meksiko City, ibu kota Meksiko. Dalam benaknya, Yusman berencana membuat patung Bung karno saat berorasi. Dia lebih dulu akan membuat maket patung di Indonesia untuk dibawa ke Meksiko City.(pra/yog/ong)