BANTUL – Desa Wisata Wukirsari, persisnya di kampung batik Giriloyo, belakangan ini kerap disatroni kawanan pencuri. Namun, kawanan pencuri tidak menyasar uang maupun harta benda pada umumnya. Melainkan kain batik di galeri. Ya, total puluhan lembar kain batik senilai puluhan juta rupiah raib digondol maling.

“Awal bulan ini ada yang kehilangan 30 lembar kain. Kerugian sekitar Rp 50 jutaan,” jelas Dukuh Wukirsari Tarom kemarin (15/1).
Tarom menengarai kawanan pencuri sebelum menjalankan aksinya telah mempelajari seluk-beluk Dusun Giriloyo. Mulai kebiasaan pemilik sekaligus penjaga galeri hingga kapan waktu sepi. Ini merujuk keterangan sejumlah pemilik galeri.

Kepada Tarom, pemilik galeri bercerita, pernah didatangi dua orang yang diduga sebagai pelaku. Keduanya mengendarai sepeda motor. Salah satu di antaranya masuk ke galeri. Berpura-pura ingin mencari blangkon. Karena tidak ada, pelaku ini lantas bergegas pergi.
“Mereka datang sembari melihat-lihat isi galeri,” ucapnya.

Dugaan ini diperkuat pelaku menjalankan aksinya saat siang hari. Menurutnya, galeri dibiarkan terbuka saat pemilik sekaligus penjaganya menunaikan salat Duhur di musala. Nah, di saat inilah pelaku menjalankan aksinya.

“Sorenya mereka baru tahu kalau ada kain batik yang hilang,” tuturnya.

Guna mengantisipasi kejadian serupa, sejumlah pemilik galeri berinisiatif memasang circuit closed television (CCTV).
Terpisah, Kapolsek Imogiri Kompok Purwadi mengaku masih mendalami laporan pencurian kain batik di Giriloyo. Namun, kepolisian masih menemukan sejumlah kendala. Antara lain, minim bukti. Pelaku tak meninggal jejak bukti apapun. (zam/ila/ong)