JOGJA – Kongres PSSI sudah selesai akhir pekan lalu. Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 diperkirakan akan bergulir tidak lebih dari dua bulan lagi. Namun PSIM Jogja belum juga “terbangun” dari “tidurnya”. Bahkan, Wisma PSIM Jogja di kompleks Monumen PSSI Baciro juga masih sepi.

Di sisi lain, beberapa pilar tim musim 2016 dan 2017 hengkang satu per satu. Sisa-sisa tim yang sempat mengejutkan di ISC-B itu juga tidak jelas nasibnya. Dimulai dari Sunni Hizbullah yang merantau ke Cilacap dan kini ke Persiba Balikpapan. Lalu Juni Riadi yang mencoba peruntungan ke PSIS Semarang lalu ke Kepri Jaya Riau.

Saga transfer Rangga Muslim dan Sa’id Mardjan sempat menjadi pemberitaan jelang playoff tim pertengahan musim lalu. Rangga kini merapat ke klub rival PSS Sleman. Riskal Susanto yang sempat bermain untuk Kepri Jaya kini berlatih bersama Pusamania Borneo FC.

Daftarnya masih panjang jika diisi nama-nama Dicky Prayoga yang lolos seleksi di Persiba Balikpapan. Engkus Kuswaha yang memilih ke Persita Tangerang. Lalu bomber tajam Krisna Adi yang teken kontrak di Mojokerto Putra. Dengan kondisi seperti itu, tim seperti harus memulai dari nol.

Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendrawanto mengakui banyaknya pemain yang mulai hengkang menyulitkannya memulai persiapan. Beberapa pemain sudah mulai berpamitan. Dia sebenarnya keberatan jika mereka memilih pergi. Sebab merupakan 80 persen skuad. Namun pihaknya tak kuasa menahan pemain-pemain tersebut.”Jelas sulitjika makin banyak yang pergi karena mereka digadang-gadang jadi kerangka tim,” ujarnya Senin (16/1).

Erwan menghargai dan memaklumi pilihan serta keputusan anak asuhnya itu. Sebagai pemain profesional tentu semua pemain berhak memilih klub dan mengejar cita-cita dan karir di dunia sepak bola yang digelutinya. “Kami kirawajar jika mereka mencari klub lain untuk mempertahankan posisinya,” imbuhnya.

Striker PSIM Engkus Kuswaha asal Majalengka mengungkapkan waktu persiapan tim di Liga 2 semakin mepet dengan kompetisi. Sedangkan di usianya yang memasuki kepala tiga, pilihan klub tidak sebanyak tiga empat tahun lalu. Sedangkan PSIM setelah lolos di fase playoff tidak lagi menghubunginya. “PSIM belum ada kabar sementara di Persita sudah ada pembicaraan. Saya pilih yang pasti saja dulu,” tuturnya. (riz/din/ong)