JOGJA- Rontek-rontek bernada protes tersebar di sudut Kota Jogja. Mereka mengeluhkan klub Warisane Simbah, PSIM Jogja yang belum jelas nasibnya. Sementara tim lain sudah berlari menggelar persiapan.

Mantan Presiden Brajamusti Eko Satrio Pringgondani menilai, persiapan tim jelang Liga 2 musim 2018 sangat lambat. “Jelas lambat sekali memang. Saya dapat kabar katanya minggu ketiga ini baru akan ada pertemuan,” ungkapnya.
Pihaknya justru meminta wartawan untuk mencari tahu, apa yang menyebankan tim tak kunjung menggelar persiapan. Termasuk kabar rencana pertemuan stakeholder yang digagas DPP Brajamusti. “Perlu terus dikejar statemennya dan dipertanggungjawabkan. Kalau dibiarkan diam ya mek anteng kabeh,” imbuhnya.

Situasi saat ini menurutnya sudah mepet. Liga diperkirakan bergulir awal Maret. Tim perlu merekrut pemain dan menggenjot persiapan. Termasuk beberapa ujicoba. Terlebih beberapa pilar tim banyak yang hengkang. Perlu segera dicarikan pengganti sepadan. “Butuh kejelasan dari managemen. Kalau mundur ya gek mundur tapi alasan harus masuk akal. Kalau tidak yo gek ndhang ada aksi nyata menyikapi mepetnya waktu,” tuturnya.

Di sisi lain, dari DPP Brajamusti memastikan bahwa pekan ini akan ada pertemuan dengan manajemen. Perwakilan suporter PSIM itu juga telah menemui pihak manajemen dan menyepakati tanggal pertemuan. “Manajemen deal tanggalnya. Nanti setelah semua siap, hari dan tempatnya kami kabari,” ujar Presiden Brajamusti Rahmad Kurniawan.

Suporter menilai, tim harus segera terbentuk. Pemain yang hengkang perlu segera dicarikan pengganti. Suporter sudah berusaha menahan agar tetap berada di klub namun tak punya kuasa apapun. “Itu sudah menjadi hak dan keputusan mereka. Pemain mempunyai alasan yang masuk akal. Jadi kami menghormati pilihan mereka,” lanjutnya.

Disinggung mengenai kabar rencana mundurnya Agung Damar Kusumandaru (ADK) dari posisi manajer tim, dan hanya ingin berada di posisi ketua umum PSIM, Mamek sapaanya, mengaku sudah mendengarnya. “Namun itu nanti biarkan ditentukan saat pembentukan tim. Fokus utama kami mengejar agar segera ada pergerakan dari pejabat yang berwenang di PSIM untuk menentukan segera langkah yang harus diambil PSIM,” jawabnya.

Sementara Eko menilai, posisi manajer tim perlu segera ditentukan agar pelatih dan pemain bisa segera dibentuk. (riz/din/ong)