JOGJA – Wilayah Kota Jogja tidak hanya gedung dan kawasan perumahan saja. Meski luasnya hanya 32.500 meter persegi, masih terdapat lahan pertanian yang ditanami padi maupun sayuran. Bahkan bisa mencukupi kebutuhan sayur sehari-hari.

Seperti diKelurahan Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Jogja. Warga di sana ingin mewujudkan ketahanan pangan dengan membuka lahan kosong serta mengelola kebun sayur.Sudah disiapkan sekitar 1.500 meter persegi lahan yang dulunya semak belukar disulap menjadi kebun sayur. “Konsepnya dikelola oleh masyarakat kemudian kelak akan dipanen dan dimanfaatkan oleh masyarakat pula,” ungkap Sekretaris Camat Tegalrejo Retnaningtyas Sabtu (13/1).

Selain memanfaatkan lahan kosong menjadi kebun sayur, warga yang pekarangan rumahnya longgar juga ditanami tanaman pangan. Retnaningtyas yang sewaktu menjabar Lurah Rejowoningun, Kotagede berhasil mengembangkan kampung holikultura itu memprediksi pada Maret mendatang sudah bisa panen raya sayur. Baik yang ada di setiap pekarangan rumah maupun lahan bersama.

“Saat panen kelak, sekaligus akan ada pencanangan kampung ketahanan pangan lestari,” kata Retnaningtyas.

Diakuinya, dibanding wilayah lain di Kota Jogja, lahan yang ada di Tegalrejo tergolong masih cukup luas. Bahkan area persawahan yang memproduksi padi juga mencapai belasan hektare dan mampu terjaga dengan baik. Meski sulit, pihaknya mendorong warga untuk tidak mudah melepas lahan pertaniannya untuk diganti bangunan.

Terpisah Sekretaris Komisi B DPRD Kota Jogja Danang Rudiyatmoko mengakui memang jadi persoalan untuk mempertahankan lahanpertaniandi Jogja. Terlebih tidak ada aturan yang bisa menghalangi pemilik lahanpertanianmenjual lahannya. Kemungkinan Pemkot Jogja untuk membeli lahan pertanianmilik warga juga bukan hal yang mudah. “Mau beli lahan untuk perluasan RS Jogja saja kesulitan,” ungkapnya.

Untuk itu, politikus PDIP itu menyarankan, DinasPertaniandan Pangan Kota Jogja mengoptimalkan lahan yang ada. Termasuk mengkaji pemanfaatan konseppertanianurban, dengan memanfaatkan lahan sempit. “Kreativitas untuk memanfaatkan lahan yang sempit itu yang mungkin bisa jadi solusi,” tuturnya.

Sebelumnya Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Sugeng Darmanto menyatakan wilayah Tegalrejo, selain Umbulharjo, Mantrijeron, Mergangsan, dan Kotagede, merupakan kecamatan yang masih terdapat lahan pertanian. Total mencapai 62 hektare yang mampu memproduksi 20,8 ton beras. Di Kota Jogja juga sendiri saat ini terdapat 176 kelompok tani dan 45 gabungan kelompok tani (Gapoktan). (pra/ila/mg1)