JOGJA – Mendapat dukungan 35 dari 41 pemilik suara, Tri Joko ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketum KONI Kota Jogja periode 2018-2022. Tri Joko Susanto terpilih menggantikan Ketu sebelumnya Santoso Budiharjo dalam Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) di Hotel Tentrem, Minggu (14/1).

Ketua Sidang Pemilihan, Iriantoko Cahyo Dumadi, mengatakan, dalam proses penjaringan nama bakal calon Tri Joko mendapat dukungan dari 35 pemilik suara. Selain Tri Joko tidak ada kandidat lain yang muncul dari para pemilik suara. Total pemilih suara hanya 38 setelah cabor taekwondo dan dayung memilih absen.

“Karena tidak ada calon lain dan jumlah yang mengajukan nama beliau mencapai 35 suara, akhirnya disepakati bersama secara aklamasi sebagai Ketum KONI Kota Jogja yang baru,” paparnya.

Hasil Musorkot juga menyepakati Tri Kirana Muslidatun dari Perwosi dan Syalthut dari PGI, menjadi anggota tim formatur yang akan membantu Ketum dalam menyusun kepengurusan. Tri Kirana mendapat 28 suara dukungan, sedangkan Syalthut dapat 25 suara. Tim formatur sesuai AD/ART mendapat waktu 1 bulan untuk menyusun kepengurusan lengkap. “Namun ketiganya berkomitmen akan secepatnya melengkapi kepengurusan,” imbuhnya.

Ketum KONI Kota Jogja terpilih, Tri Joko Susanto menargetkan akhir Januari kepengurusan diharapkan sudah bisa dikukuhkan. Sedangkan mengenai program kerja dan target sebagai ketua salah satunya membawa Kota Jogja juara Porda 2019 di rumah sendiri. “Setelah pengurus lengkap harus segera berlari untuk mempersipakan Porda DIJ 2019,” bebernya.

Sebelumnya Walikota Jogja Haryadi Suyuti menginginkan agar KONI memiliki kepengurusan yang solid agar produktif menghasilkan atlet berprestasi. Tentunya dengan proses pembinaan yang terstruktur dan baik. “Dengan begitu prestasi Kota Jogja bisa lebih baik dibandingkan Porda DIJ sebelumnya,” harapnya. (riz/laz/mg1)