LULUS tepat waktu dan menyandang predikat cumlaude dengan segudang prestasi menjadi nilai plus mahasiswa lulusan Teknik Perminyakan Universitas Pembangunan Negara ‘Veteran’ Yogyakarta (UPNVY), Benny Ariandy Saputra.

Pria berusia 22 tahun ini resmi meraih peringkat pertama penghargaan Karya Cendekia bersama 9 wisudawan lainnya dengan total nilai 696 dalam Wisuda Program Diploma, Sarjana, dan Magister Periode Ke-2 Tahun Akademik 2017/2018 di Auditorium WR. Supratman, Kampus UPNVY Condong Catur, Sabtu (13/01).

“Bersyukur sekali dengan apa yang saya dapatkan ini. Kerja keras selama 4 tahun 3 bulan terbayarkan,” ujar Benny.

Anak dari Eddy Soesianto ini tercatat memiliki 5 jurnal ilmiah internasional. Pernah menulis pada Jurnal Society of Petroleum Engineers Internatiomal, dan Indonesian Petroleum Association pada tahun 2017.

Selama kuliah di UPNVY Benny aktif mengikuti perlombaan dan meraih juara antara lain, Juara 1 Geothermal Rig Design Competition pada tahun 2015, Juara 1 Poster Competition OGIP tahun 2014, Juara 1 Paper Competition pada OGIP tahun 2015, Juara III International Oil Rig Design Competition tahun 2015, Juara II Lomba Poster pada Seminar Nasional Kebumian XI tahun 2016, dan yang terbaru meraih Juara II Paper Competition pada RAISE tahun 2017.

“Paling berkesan ketika mengikuti kompetisi International Oil Rig Design Competition. Di kompetisi ini saya mendesign anjungan lepas pantai, kemudian dipresentasikan kepada juri. Saya menjelaskan proses inovasi, sistem kerja, pembagian, distribusi kemudian hasil presentasi saya diuji apakah layak dilanjutkan atau tidak penelitiannya,” ceritanya.

Selain berprestasi di bidang akademik, Benny juga pernah menorehkan prestasi di bidang olah raga. Dirinya pernah menjadi juara I Kumite 68 Junior pada Kejuaraan Karate Junior IV Pengprov Forki DIY tahun 2015 lalu.

Benny mengaku sudah menggeluti olah raga ini sejak duduk di bangku SMP. Saat mengampu pendidikan sekolah menengah di SMA Negeri 7 Jogjakarta dan menjadi mahasiswa di UPNVY dirinya tetap menggeluti hobinya tersebut.

“Saya masih sering latihan sampai saat ini, tapi kalau untuk turnamen sudah tidak lagi, karena fokus di kompetisi bidang perminyakan,” katanya saat ditemui di sela-sela prosesi wisuda.

Diakuinya karate juga menjadi alasannya untuk memilih pendidikan teknik perminyakan. Atas saran dan dorongan pelatih karate dirinya kemudian melanjutkan studi di UPNVY.

“Pelatih saya menyarankan saya untuk mengambil perminyakan, dorongan yang sama juga diberikan ayah. Meskipun waktu itu juga diterima di kampus yang berbeda namun saya memilih UPN,” ungkap Benny yang saat ini sudah bersabuk coklat.

Dalam kegiatan keorganisasian Benny pernah menjadi salah satu pengurus Society of Petroleum Engineers (SPE) dan Pengurus UKM Islam-Nurul Ilmi.

Setelah wisuda, Benny berencana untuk melamar pekerjaan dengan bekal ijazah dan pengalamannya. Dirinya berharap dapat diterima di perusahaan perminyakan.

Dalam kesempatan yang sama Rektor UPNVY Prof. Dr. Ir. Sari Bahagiarti K, M.Sc menyampaikan kepada Benny dan para wisudawan lainnya agar ilmu di bangku kuliah dapat dimanfaatkan sebagai bekal untuk turut membangun bangsa dan negara Indonesia tercinta secara cerdas, keras, dan ikhlas. Dengan dilandasi jiwa disiplin, kejuangan, dan kreativitas. (ita/mg1)