GUNUNGKIDUL – Polres Gunungkidul mewaspadai terjadinya aksi spekulasi penimbunan pangan. Hal ini menyusul terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga pangan.

“Tidak ada tempat bagi mafia. Mereka penyebab naiknya harga pangan. Kami akan proses sesuai aturan. Jangan main-main dengan ketersediaan pangan, kami akan tindak tegas,” kata Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady Minggu (14/1).

Kata dia, inflasi dipicu sejumlah factor. Salah satunya meningkatnya permintaan masyarakat terhadap pangan dan adanya spekulan yang melakukan penimbunan (mafia pangan). Dia memerintahkan Kasatreskrim dan Kasatintel melakukan pengawasan, penindakan dan penyelidikan.

“Sebelum ramai-ramai adanya spekulan sembako, setiap hari kami terus monitor. Sejauh ini belum terjadi penyimpangan di Gunungkidul,” ujar Ahmad Fuady.

Pangan yang menjadi pengawasan khusus itu semua jenis sembako. Termasuk gas melon (elpiji 3 kilogram). Kejahatan mafia gas tidak bias ditolerir. Apalagi gas untuk kebutuhan masyarakat miskin.

“Penindakan bagi pelaku menggunakan Undang-undang Migas, sudah jelas itu,” tegas Ahmad Fuady.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul Hidayat mengatakan kebutuhan pangan masih aman. Hanya terdapat sejumlah kebutuhan sembako mengalami kenaikan.

“Mengenai spekulan, belum ada kasus yang kami temukan. Jika ada, penanganan ditangani kepolisian,” kata Hidayat.

Kepala Seksi Metrologi dan Perlindungan Konsumen, Disperindag Gunungkidul Sigit Haryanto mengatakan kenaikan harga pangan juga dipicu cuaca ekstrem. Banyak petani belum panen.

“Misalnya beras. Pasokan didatangkan dari luar. Mudah-mudahan segera stabil karena sejumlah wilayah di Gunungkidul mulai panen,” kata Sigit. (gun/iwa/mg1)