BANTUL – Polemik saling klaim sebagai keturunan Paku Buwono X terus bergulir. Bahkan, semakin meruncing. Kubu yang mengklaim sebagai trah PB X dengan permaisuri GKR Emas menuding pihak yang menggugat KGPA Paku Alam X dan Angkasa Pura I terkait lahan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) sebagai keturunan palsu.”Saya nyatakan abal-abal,” tegas Mohammad Andre di Pendopo Kabupaten Juru Kunci Pesareyan Agung Imogiri Bagian Surakarta, (12/1).

Mohammad Andree mengaku sebagai salah satu cicit sekaligus juru bicara keturunan PB X dengan GKR Emas. Dia merupakan anak Munir Tjakraningrat, salah satu anak dari puteri tunggal PB X bernama GKR Pembajoen.

Andree menyadari pernyataannya membawa konsekuensi hukum. Seperti pelaporan terhadap dirinya ke kepolisian. Namun, itulah yang justru diharapkannya.”Saya tunggu mereka menggugat saya,” ucapnya lantang.

Baginya, ikut masuk dalam karut-marut sengketa lahan bandara NYIA bukan karena tujuan materi. Melainkan kehormatan sebagai keturunan PB X.

Perlu diketahui, delapan orang menggugat KGPA Paku Alam X dan Angkasa Pura I di Pengadilan Negeri Kota Jogja. Mereka adalah Eko Wijanarko, Endah Prihartini dan Hekso Leksmono Purnomowati. Lalu, Rangga Eko Saputro, Nugroho Budiyanto, Ida Ayuningtyas dan Diah Putri Anggraini. Delapan orang yang juga mengaku sebagai ahli waris PB X ini mengklaim berhak atas tanah 128 hektare di lahan NYIA.

Selain itu, lanjut Andree, pernyataannya juga sebagai sindiran agar Polres Kulonprogo memproses laporannya. Ya, Andree melaporkan delapan orang tersebut ke Polres Kulonprogo Februari tahun lalu. Dengan tuduhan memalsukan data keturunan PB X. Namun, progres penanganannya hingga sekarang belum menunjukkan tanda-tanda berjalan.”Saya berharap polisi serius. Bisa menangkap mereka,” katanya.

Senada disampaikan Dewi, putri juru kunci Kompleks Makam-Makam Raja-Raja KPH Suryo Nugroho. Salah satu cicit PB X dari selir ini menyatakan, GKR Emas hanya memiliki satu puteri bernama Pembajoen. Adapun Pembajoen memiliki nama kecil Sekar Kedaton Kustiyah. Bukan Waluyo yang diklaim delapan orang. (zam/mg1)