BANTUL – Pelan tapi pasti penuntasan problem rumah tidak layak huni (RTLH) menunjukkan progres signifikan. Tidak hanya pemkab, kecamatan dan pemerintah desa (pemdes) juga ikut nyengkuyung program ini. Seperti yang dilakukan Kecamatan Bantul bersama pemdes Sabdodadi.

Camat Bantul Sutanto menyebut ada tiga RTLH yang direhabilitasi (rehab) pada Tahun Anggaran 2017. Salah satunya rumah Emran Hafiz Arifin. Tak hanya direhab, akses jalan menuju rumah warga Bangeran, Keyongan, Bantul ini juga di-conblok.

“Kami menyebut program ini dengan Getarr (Gerakan Tanggap Renovasi Rumah),” jelas Sutanto di sela peresmian salah satu rumah Getarr di Bangeran, Keyongan, Bantul, Minggu (14/1).

Diakui, Getarr merupakan program kecamatan. Kendati begitu, bekas Camat Dlingo ini menekankan, kecamatan bekerja sama dengan setiap pemdes. Sehingga kemasan Getarr tidak hanya merehab rumah. Melainkan juga menelurkan program-program lain. Sesuai dengan target masing-masing pemdes. “Karena bentuknya bersinergi,” ucapnya.

Lurah Desa Sabdodadi Siti Fatimah mengungkapkan, ada sejumlah program pemdes yang digulirkan di Pedukuhan Keyongan. Antara lain, pencanangan sebagai kampung keluarga berencana, dan stop buang air besar sembarangan. Juga, pemantapan forum pengurangan risiko bencana. “Kami petakan sesuai masalah dan potensi masing-masing,” tambahnya. (zam/ila/mg1)