SLEMAN – Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun meminta veteran turut andil dalam dinamika zaman saat ini. Menurutnya, sosok veteran merupakan panutan bagi sejarah bangsa. Berbagai kisah perjuangan dapat dibagikan sebagai wujud cerminan bangsa.

Momentum ulang tahun Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) menjadi momen istimewa. Menurutnya, waktu pertemuan tidak hanya dalam satu generasi. Pertemuan dengan generasi yang lebih muda bisa menghasilkan nilai lebih.

“Semangat juang 1945 memang harus selalu ditularkan kepada generasi yang lebih muda. Bagaimana perjuangan masa lalu memperjuangan dan mempertahankan kedaulatan bangsa,” ujarnya dalam peringatan HUT LVRI 61 di Desa Pendowoharjo Sleman belum lama ini.

Muslimatun menilai, tantangan zaman sekarang tidak kalah besar. Berada pada masa globalisasi tentu informasi masuk dari berbagai arah. Perlu filter dan karakter diri yang kuat. Jika tidak, lanjutnya, akan hanyut dan hilang jati diri.

Fenomena ini tercermin dari kearifan lokal yang mulai luntur. Bahkan menurutnya mulai ada keenganan belajar kearifan lokal. Meski di beberapa wilayah juga terus berjuang dengan berbagai wujud pergerakan.

“Veteran boleh fisiknya tua dan renta, tapi semangatnya tetap muda. Inilah yang harus diteladani oleh generasi saat ini, jadi role model. Bangga menjadi Indonesia dengan menunjukkan kecintaannya,” katanya.

Muslimatun juga berpesan tentang kesehatan para veteran. Rata-rata pejuang sudah berusia di atas 70 tahun. Perlu menjaga pola makan dan gaya hidup keseharian. Salah satunya dengan mengurangi konsumsi gula dan garam yang berlebihan.

“Inget lho bapak-bapak makannya harus mulai dijaga. Mulai mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, jangan asal makan,” pesannya.

Ketua HUT LVRI Wiyono mengungkapkan, veteran LVRI terbagi dalam dua kategori. Pertama sebelum era 1945 dan era setelahnya. Perbedaanya ada pada perjuangan kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan.

Hingga saat ini terdaftar hingga ratusan veteran di Sleman. Rata-rata telah berusia 70 hingga 90 tahun. Meski secara fisik mulai renta, namun LVRI siap turun ke masyarakat. Salah satunya mempertahankan semangat juang Indonesia.

“Beberapa memang masih aktif, tapi tidak sedikit pula yang memilih untuk beristirahat di rumah. Tetap aktif dalam berdiskusi terutama mengobrolkan semangat Kebhinekaan Indonesia,” ujarnya. (dwi/ila/mg1)