JOGJA – Dengan mengusung konsep politik nasionalis, agama, ekonomi dan bisnis (Nasaeb) Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia DIJ yakin meraup suara lebih dari lima persen. Langkah awal sudah dilakukan dengan melakukan konsolidasi internal pengurus PKP Indonesia DIJ di hotel Sahid Jaya kemarin (14/1).

Ketua DPP PKP Indonesia DIJ yang baru terpilih Faried Jayen Soepardjan mengatakan keyakinannya tersebut akan dilakukannya bersama jajaran pengurus PKP Indonesia di DIJ dengan mengajak semua saudara dan teman-temannya. “Caranya yang dengan mengajak teman sebanyak-banyaknya, teman saya di DIJ lebih kalau lima persen,” ujarnya.

Untuk itu jelang pengumuman hasil verifikasi dari KPU, dirinya langsung menggelar konsolidasi dengan pengurus PKP Indonesia di DIJ. Konsolidasi tersebut berupa pemantapan dan pemahaman tentang visi misi PKP Indonesia. Termasuk konsep Nasaeb yang diusung PKP Indonesia. “Karena melalui PKP Indonesia ini sebagai obat kerinduan bernegara berbarengan tanpa serang, SARA, diskriminasi. Karena kita satu bangsa Indonesia,” tegasnya.

Jayen menambahkan partai berlambang Burung Garuda dengan Padi dan Kapas menambahkan konsolidasi pengurus kali ini merupakan pertama kali sejak dirinya terpilih menjadi ketua umum. Saat ini kepengurusan PKP Indonesia sudah sampai hingga tingkat kecamatan. PKP Indonesia DIJ sendiri menurut Jayen berupaya menyerap aspirasi masyarakat dari berbagai kalangan. “Kami berharap bisa amanah dan mampu menangkap aspirasi masyarakat,” ungkap pria yang mendapat penghargaan tokoh Pancasila Milenial ini.

Terkait keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait verifikasi ulang partai peserta pemilu 2014, Jayen meyakini PKP Indonesia mampu lolos secara faktual seperti yang disyaratkan. “Saat ini kami sedang dan sudah diverifikasi secara faktual oleh KPU. Namun kalaupun itu (verifikasi ulang) terjadi kami sudah siap dan yakin lolos,” tegasnya.