BANTUL – Pameran menjadi media pembelajaran yang dapat melihat kreativitas mahasiswa. Disamping itu, juga menjadi media untuk meningkatkan kualitas lulusan. Itu pula yang dilakukan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan menggelar pameran khusus mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPP UNY.

Para calon guru ini mengikuti pameran media pembelajaran PPKn SD. Bertempat di Kampus UPP II FIP UNY di Jalan Bantul. Mereka memamerkan 60 karya media pembelajaran yang unik dan kreatif belum lama ini.

Ketua Jurusan PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan UNY Suparlan mengatakan, dengan pameran media pembelajaran ini bisa dilihat ukuran kualitas mahasiswa PGSD dari tahun ke tahun. Mahasiswa membuktikan tidak hanya belajar teori saja namun juga terampil membuat media pendukungnya.

“Bahkan media pembelajaran ini juga bisa diusulkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena yang dibuat mahasiswa ini orisinil dan baru,” ujar Suparlan.

Dia mengatakan, pengalaman belajar yang penting bukan hanya membaca buku atau mengikuti pelajaran di dalam kelas, namun juga praktek di lapangan. Dia berharap, ke depannya ada pengembangan media yang terintegrasi lengkap antarsemua mata pelajaran seperti matematika, IPA, dan IPS dalam satu media pembelajaran.

Sementara itu salah satu dosen pengampu mata kuliah Wuri Wuryandani menyampaikan pameran ini disiapkan selama 14 minggu. Dimulai dari bedah kurikulum sekolah dasar, pembagian kelompok sampai mempelajari mata kuliah pengembangan PPKN dan IPS. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa PGSD UPP I Mandala dan UPP II Bantul angkatan 2015.

“Kemudian direncanakan, pengembangan bahan ajar, media pembelajaran hingga penilaian,” imbuhnya.

Mengusung tema “Aku Cinta Budaya, Aku Cinta Indonesia” mahasiswa menampilkan karya media pembelajaran seperti Puzzle Pancasila yang dapat di lepas-tempel di setiap silanya dengan bahan kain flannel. Ada pula permainan kata menggunakan panggung pewayangan. Materi media belajar yang dipamerkan juga beragam, mulai dari materi kelas I hingga kelas VI yang dikemas dengan berbagai topik belajar seperti Pancasila, Bahasa Indonesia dan IPS.

Melalui tema tersebut diharapkan anak bangsa Indonesia tidak melupakan dan mampu membendung budayanya sendiri di tengah gempuran budaya asing. (ita/ila/mg1)