JOGJA – Bencana akibat siklon badai cempaka yang terjadi November 2017 lalu berdampak telah meluluh lantakkan bibit tanaman yang telah disiapkan untuk masa tanam 2018. Dinas Kehutanan Perkebunan DIJ mencatat terdapat 68 ribu bibit tanaman hancur akibat banjir 2017.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIJ R Sutarto menyebut sabanyak 68 ribu bibit berbabai jenis bibit tanaman hutan daan perkebunan yang telah disiapkan di Hutan Bunder, Patuk, Gunungkidul luluh lantak akibat terjangan sungai Oya. Kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 48 juta.

“Nilainya memang tidak terlalu besar, namun pembibitan itu memerlukan waktu,” jelasnya.

Dikatakab bibit tanaman yang telah disiapkan yakni jenis sengon, jati, mahoni dan jenis buah-buahan lainnya. Rencananya, tahun ini ribuan bibit tersebut akan disebar keberbagai wilayah di DIJ.

Tidak hanya bibit, tempat persemaian bibit pun ikut luluh lantak akibat banjir tersebut. Bahkan, katanya, tempat persemaian bibit tersebut kini tak ubahnya sebuah genangan kali.

“Tentunya harus ada perbaikan. Kita akan persiapakan lagi sarprasnya di tahun ini untuk kemudian memulai pembibitan,” katanya.

Dikatakan, bibit tanaman tersebut selama ini banyak dimanfaatkan oleh kalangan mahasiswa serta kelompok masyarakat yang peduli lingkungan dalam melakukan penghijauan. Pembibitan, dipusatkan di kawasan Bunder, Gunungkidul.

“Beruntung yang bagian atas, tanaman kayu putih tidak terdampak,” katanya. (bhn/mg1)