JOGJA – Belum adanya pergerakan dari manajemen PSIM Jogja untuk mempersiapkan tim, membuat beberapa pilar resah. Beberapa di antaranya bahkan harus mengambil pilihan pahit untuk mencari peruntungan di klub lain.

Teranyar, juru gedor haus gol Krisna Adi telah meneken kontrak dengan klub Mojokerto Putra. Striker yang identik dengan nomor 9 itu akan menjadi bagian tim yang turun di turnamen pra-musim Copa Sleman 2018. “Iya Mas. Sudah tiga hari saya di Mojokerto. Alhamdulillah sudah teken kemarin sore,” ungkapnya kepada Radar Jogja Jumat (12/1).

Hengkang dari PSIM Jogja menurut Krisna termasuk pilihan yang sulit. Dia sebenarnya masih berharap bisa kembali memperkuat PSIM di kompetisi Liga 2 musim ini. Namun setelah pertandingan PSIM terakhir hingga kemarin, manajemen belum menghubungi pemain. “Ini pilihan yang berat bagi saya, tapi saya hanya mengikuti alurnya,” imbuhnya.

Krisna mengaku, selama proses seleksi sampai dengan deal kontrak dengan Laskar Majapahit, julukan Mojokerto Putra, dia hanya intens berkomunikasi dengan Erwan Hendarwanto, pelatih PSIM. Pelatih juga tidak bisa berbuat banyak mengingat dari manajemen belum ada keputusan membentuk tim.

“Saya pasti akan kembali, saya pamit dan minta maaf kepada semua suporter pecinta PSIM. Saya cinta kalian semua, seperti halnya tato di tangan saya, cinta saya kepada PSIM tidak akan berubah. Meski saya tidak menjadi pemain saya akan selalu doakan yang terbaik buat team kebanggan Jogja,” tuturnya.

Keluarnya Krisna menambah panjang daftar pilar Laskar Mataram yang hengkang dari Wisma PSIM. Di pertengahan musim lalu ada Sa’id Mardjan dan Rangga Muslim. Nama terakhir kini berlabuh di klub rival PSS Sleman.

Sebelumnya, striker Engkus Kuswaha merapat ke Persita Tangerang. Sedangkan bek sayap Riskal Susanto menjalani latihan di Pusamania Borneo FC. (riz/din/mg1)