MAGELANG – Lalu lintas di kawasan Canguk, perbatasan Kota dan Kabupaten Magelang tak jarang menimbulkan kemacetan. Khususnya ketika banyaknya pengguna jalan dari arah Salatiga dan lainnya.

Untuk mengatasi kemacetan itu, Pemkot Magelang mewacanakan pembangunan flyover (jembatan layang) di kawasan itu.”Flyover untuk arah Jogja-Semarang, sedangkan underpass untuk arah Tegalrejo-Jogjakarta,” kataKepala Bappeda Kota Magelang Joko Suparno, kemarin.

Pemkot mengaku sudah mengirimkan proposal rencana pembangunan itu ke pusat. Namun demikian, belum ada tanggapan. Hingga kemarin anggota DPR RI dan pemerintah menyambangi Kota Magelang. Tujuannya mengecek lokasi dan membicarakan tindakan lebih lanjut.

Menurutnya di kawasan itu sering terjadi kemacetan lalu lintas. Terutama dari arah Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Soekarno Hatta, dan Jalan Raya Tegalrejo. Dengan alasan itu, pemerintah mengusulkan pembuatan jembatan layang dan underpass dengan perkiraan awal menghabiskan dana Rp 119,9 miliar. Spesifikasinya, flyover tepi Sungai Elo panjang 340 meter dan lebar 9,4 meter.

“Kami yakin akan terealisasi dengan kedatangan Komisi V DPR RI dan Kementerian PUPR ini,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu legislator Fary Djemy Francis dari Komisi V menyatakan, dari paparan Bappeda, pembangunan membutuhkan dana besar. Ia pun bisa menerima alasan perlunya pembangunan.

“Maka kami ingin melihat langsung kondisinya dengan kunjungan kerja spesifik ini dan bisa jadi bahan rapat komisi nanti,” katanya.

Ia mendukung rencana itu. Pembangunan sebagai langkah mengatasi masalah kemacetan lalu lintas. Komisi V pun siap mendorong Kementerian PUPR untuk segera merealisasikannya. (ady/laz/mg1)