JOGJA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Jogja akan menggelar MusyawarahOrganisasi Kota (Musorkot)di Hotel Tentrem, akhir pekan ini (14/1). Sebanyak 40 suara akan menentukan ketua umum KONI yang baru. Jumlah tersebut sudah dikurangi dua cabor yakni Pertina (tinju) dan PSTI (sepak takraw) yang tidak mendapat hak suara.

Sekum KONI Kota Jogja Rob Sumiarno mengatakan,kedua pengkot tersebut kehilangan hak suaranya menyusul tidak segera digelarnya musyawarah pengkot masing-masing untuk memilih kepengurusan yang baru.

Kepengurusanmereka sudah habis pada 2017 lalu. “Sebenarnya kami sudah mengingatkan berkali-kali tapi tidak ada respon. Meski begitu mereka tetap diundang ke musorkot hanya tidak boleh memberikan suaranya,” jelasnya.

Dengan begitu, maka jumlah hak suara yang akan dipakai dalam musorkot nanti berjumlah 40 suara. Jumlah itu terdiri dari 38 pengkot cabor yang dikurangi dua pengkot Pertina dan PSTI karena kehilangan hak suaranya. Kemudian ditambah dua badan funsional seperti SIWO PWI dan Perwosi serta KONI DIJ dan pengurus lama, masing-masing pihak ini mendapatkan satu hak suara.

Sedangkan untuk syarat minimal pencalonan bakal calon ketua umum harus mengantongi minimal 15 dukungan dari pemilik suara. Selain pemilihan ketua umum,Musorkot KONI Kota Jogja akhir pekan ini sendiri berisikan sejumlah agenda. Di antaranya laporan pertanggungjawaban pengurus perioe 2014-2017, paparan Program Kerja (Proker) serta pembagian komisi.

“Mengenai pemilihan, akan ada tim verifikasi. Sedangkan siapa-siapa kandidatnya baru ketahuan saat Musorkot nanti dimana setiap pemilik suara akan menyerahkan berkas dukungannya,” paparnya.

Ketua Umum KONI Kota Jogja Santoso Budi Rahardjo menyebut musorkot nanti digelar maju empat bulan dari rencana semula. Dia mengatakan, pengurus KONI sebenarnya tugasnyabaru selesai Mei 2018. Namun dimajukan dengan tujuan untuk adanya kesinambungan terutama pengelolaan dana 2018 dan 2019. Agar sudah bisa dikelola pengurus baru nantinya. “Apalagi Kota Jogja juga akan menjadi tuan rumah Porda DIJ 2019 sehingga butuh persiapan jangka panjang bagi pengurus baru,” jelasnya. (riz/din/mg1)