PURWOREJO – Satu keluarga yang terdiri atas tiga jiwa terpaksa harus mengungsi dari rumahnya Rabu (10/11). Munculnya rekahan memicu kerusakan beberapa bagian rumah yang ditempati.

“Saya tidak berani lagi tinggal di sini. Lihat sendiri kondisinya seperti itu,” kata Rian Egi, warga RT 2 RW 3 Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Purworejo, Kamis (11/1).

Menurut Rian, akibat retakan itu menyebabkan kondisi rumahnya tidak layak ditempati karena bagian tembok pecah, sementara lantainya mengembung.

“Kejadiannya selepas Magrib, tiba-tiba muncul suara
pletak-pletak dari tembok dan lantai. Kami sekeluarga langsung keluar rumah,” jelas Rian.

Dikatakan, selama ini dia tinggal bersama kedua orang tuanya, Pujiyono, 54 dan Titik, 45. Dari kejadian itu, malam itu juga mereka langsung mengungsi ke tempat saudaranya di seberang jalan.

“Hari ini (Kamis , Red), kami sudah mengosongkan rumah dibantu tetangga. Sementara ini masih menetap di tempat saudara, tapi kami memilih membangun rumah lagi di tempat yang aman,” ungkap Rian.

Pantauan koran ini, posisi tempat tinggal keluarga Rian Egi cukup labil. Berada di bawah tebing setinggi kurang tiga meter. Di samping rumah juga terdapat jurang yang cukup dalam dan ada aliran sungainya.

“Itu Sungai Sorongodo, tapi menurut kami itu bukan pemicunya. Tapi kondisi alam di bagian atas rumah yang sudah jauh berkurang keberadaan kayu-kayunya,” kata Rian.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Boedi Hardjono mengungkapkan, pihaknya belum bisa memastikan apakah kejadian di Kalijambe merupakan kasus tanah gerak atau bukan. Pihaknya
masih menurunkan tim untuk melakukan assesement.

“Kita pastikan dulu, jenis bencananya. Jadi belum bisa memutuskan, karena tim kami sedang turun ke lapangan,” kata Boedi saat dihubungi kemarin siang. (udi/laz/mg1)