SLEMAN – Bupati Sleman Sri Purnomo meminta komunitas jeep volcano tour Merapi mematuhi aturan. Terutama soal keamanan wisatawan.

Teguran SP, sapaan Sri Purnomo, tersebut disampaikan menyusul meninggalnya Fatun Hikmah, 50. Penumpang jeep volcano tour Merapi.

Dia meminta komunitas selektif menjaring sopir jeep. Tolak pengemudi jeep yang belum mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM). “Perketat seleksi sopir jeep. Harus menguasai kendaraan dan medan yang dilalui,” kata SP Kamis (11/1).

Dia meminta fasilitas sabuk pengaman, roll bar dan helm bagi penumpang dipenuhi. Medan yang dilalui jeep tergolong esktrem. Perlengkapkan pelindung menjadi syarat mutlak.

SP menilai ada sopir jeep memiliki semangat tinggi. Dia mengendarai jeep dengan kecepatan tinggi tanpa mengindahkan keselamatan penumpang.

“Wisatawan itu memilih untuk menikmati pemandangan. Jadi dalam mengoperasikan jeep harus dalam batas wajar,” ujar SP.

Kapolres Sleman Muchamad Firman Lukmanul Hakim mendorong agar ada rute khusus volcano tour. Jika jeep masuk dalam jalur reguler, pengemudi jeep harus mengurangi kecepatan.

Dia meminta sopir jeep memerhatikan penumpang. Sesuaikan kecepatan dan laju jeep dengan usia wisatawan. Misalnya ada anak atau orangtua, maka kecepatannya dikurangi.

“Jangan ugal-ugalan. Kejadian kemarin karena sopir jeep lalai dan menabrak bus,” jelas Firman.

Ketua II Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Dardiri mengatakan pengawasan sopir wewenang masing-masing ketua komunitas. Termasuk syarat menjadi sopir dan cara melayani penumpang.

“Insiden kemarin menjadi evaluasi bagi seluruh pengelola jeep wisata Merapi. Mengenai status sopir yang menyebabkan kecelakaan, kami serahkan kepada kepolisian,” kata Dardiri. (dwi/iwa/mg1)