Selain Ibu Kota Jakarta, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dipercaya menjadi lokasi pertandingan uji coba melawan tim peserta Piala Dunia 2018, Islandia. Stadion Maguwoharjo menjadi venue pertandingan Indonesia Selection menjadi timnas asal Skandinavia itu.

Jogjakarta yang berada di tengah-tengah Pulau Jawa dan Indonesia memang ideal bagi penyelenggara even. Termasuk even olahraga. Berbagai fasilitas yang ada juga berbenah. Sebab pihak promotor dan tim Islandia meminta standar lebih tinggi dibandingkan tim lain sebelumnya.

Kepala UPT Stadion Maguwoharjo Sumadi mengatakan pihaknya butuh sekitar tiga pekan untuk menyiapkan stadion agar memiliki standar fasilitas internasional. Baik dari aspek lapangan hingga ruang ganti pemain.”Pokok yang jadi permintaan adalah kondisi lapangan dan tempat ruang ganti tim Islandia. Ruang ganti minta set ulang, dicat ulang dan kebersihan ditingkatkan. Fasilitas meja perawatan pemain ditambah dari satu menjadi tiga. Tempat duduk yang biasanya dari kayu diganti kursi sendiri, 30 pemain,” paparnya kepada Mainbola, Kamis (10/1).

Selain itu, locker pemain yang sebelumnya 24 minta digenapkan 30. Westafel, keramik dan kamar mandi dipoles agar mengilap dan bersih. Keramik yang retak juga langsung diganti. “Kami mendapat penawaran cairan pembersih keramik dan porselen. Hasilnya bagus seperti baru. Tapi memang satu liternya seratus ribu,” bebernya.

Sumadi juga mengatakan, berbeda dengan uji coba sebelumnya, permintaan tim Islandia lebih detil dibandingkan misal dengan Puerto Rico atau tim Asia Tenggara lalu. Utamanya adalah rumput yang harus dipotong sesuai dengan ukuran yang mereka inginkan. “Diukur standar 2,5 cm. Setelah dipotong sampai maksimal, terus dipupuk. Lalu disiram sebelum dan sesudah digunakan. Permukaan yang tidak rata diratakan dengan stoom,” paparnya.

Tidak hanya itu, pengelola juga mengganti jaring gawang standar internasional. Bahkan jaring gawang tersebut didatangkan langsung dari Tiongkok dengan harga lebih dari Rp 3 juta agar bisa dipakai pada 11 Januari. “Kualitasnya sama dengan yang di Gelora Bung Karno,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan lampu stadion untuk pertandingan malam hari juga dipastikan bisa digunakan. Baik dengan listik PLN ataupun memakai jenset. Tampilan di pinggir lapangan Stadion Maguwoharjo juga lain dari biasanya. Yaitu dilengkapi dengan LED Perimeter Board atau pembatas lapangan dari PSSI.

Pengalaman menjamu Islandia, membuat UPT bisa membandingkan ketika akan digunakan untik tim Eropa atau negara lain yang ingin main di Indonesia. Sehingga jika di kemudian hari akan kembali digunakan sudah memiliki pengalaman. “Sekarang sedikit mendadak tapi jadi pengalaman kami. Termasuk promosi Sleman untuk even berikutnya,” harapnya. (din/mg1)