JOGJA – Renovasi Stadion Mandala Krida diharapkan dapat menaikkan derajat stadion yang terletak di Jantung Kota Jogja itu. Penambahan kapasitas yang cukup signifikan, nantinya bisa menjadi daya tarik tersendiri dalam menggelar kompetisi maupun pertandingan berskala internasional.

Sebelumnya, Stadion Mandala Krida memiliki kapasitas berkisar 10 ribu penonton. Kini, dengan biaya renovasi mencapai Rp 143,3 miliar kapasitas stadion meningkat dengan daya tampung sekitar25 ribu penonton.

Tidak hanya itu, kini, stadion yang menjadihome basebagi PSIM Jogja itu memiliki dua buah tribun beratap. Di 2018 ini, direncakan Pemprov DIJ akan pembenahan rumput stadion. Termasuk perbaikan pada sistem drainase. “Standarnya seperti yang ada di Stadion Sultan Agung,” kata Kepala BPO DIJ Edy Wahyudi kepada MainBola.

Fasilitas tambahan yang diberikan pada stadion rasa baru ini yakni ruang ganti pemain plus toilet, ruang wasit, pengawas pertandingan, toilet penonton dan ruang konferensi pers. Bagian lain yang menjadi target renovasi yakni sisi luar stadion seperti pengadaan genset dan lampu stadion.

Di lahan seluas 7,2 hektare tersebut terdapat fasilitas olahraga lainnya yang seperti arena panjat tebing, lapangan voli pasir pantai dan lapangan basket. Selain pemasangan pagar stadion juga sudah dilakukan pada renovasi tahap pertama.

Dalam catatan sejarah, stadion berdiri pada 1976,tidak hanya tercatat sebagai markas PSIM saja. Perkesa Mataram dan Mataram Indocement dulunya pernah merasakan berkandangMandalaKrida. Bahkan, saudara muda PSS Sleman pun pernah menggunakanMandalasaat berlaga di Divisi Utama 2002.

Namun, pamor Mandala Krida sendiri mulai pudar seiring berdirinya dua stadion megah lain Stadion Sultan Agung dan Maguwoharjo Internastional Stadium (MIS). Laga-laga berskala nasional maupun internasional, lebih sering diselenggarakan di MIS maupun SSA.

Sesuai target, 2019 Mandala Krida benar-benar dapat digunakan. Nantinya, keberadaan stadion ini bisa dibilang cukup strategis karena lokasinya yang cukup dekat dengan Stasiun Lempuyangan dan Stasiun Tugu. Selain itu, akses dari dan menuju Bandara Adisutjipto Jogjakarta terbilang cukup terjangkau. Belum lagi, karena letaknya di pusat kota, keberadaan sejumlah hotel berbintang juga tebilang cukup dekat dengan stadion.

“StadionMandaladiharapkan bisa menghadirkan laga-laga internasional. Saat ini baru GOR Amongrogo yang sudah menyelenggarakan pertandingan futsal kelas nasional, bulutangkis maupun voli,” jelasnya. (bhn/din/mg1)