GUNUNGKIDUL- Semua SMAN dan SMKN sudah menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) lima hari dalam sepekan. Namun kebijakan tersebut akan dievaluasi.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Bahron Rosyid mengatakan kebijakan itu untuk penguatan karakter murid. “KBM berlangsung jam 07.00-16.00,” kata Bahron Rosyid Kamis (11/1).

Kebijakan itu tidak serumit yang dikhawatirkan orang tua murid. Semula waktu istirahat hanya 15 menit. Kini bisa lebih panjang jam istirahatnya.

“Pelajar, guru, orang tua, dan masyarakat menyambut positif penerapan lima hari sekolah itu,” kata Bahron.

Namun, lembaga pendidikan belum sepenuhnya siap dengan kebijakan tersebut. Ketika anak lebih lama di sekolah seharusnya didukung fasilitas memadai.

“Seperti taman bermain atau rumah ibadah. Belum semua sekolah ada,” terangnya.

Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul Heri Nugroho berpendapat kebijakan tersebut kurang pas. “Sosialiasi anak dengan keluarga dan lingkungan jadi berkurang,” katanya. (gun/iwa/mg1)