Jogjakarta dan Stadion Maguwoharjo sebenarnya kerap kali menggelar pertandingan kelas nasional dan internasional. Selama 2017 saja, di homebase PSS Sleman itu banyak digelar laga nasional dan pertandingan tim nasional.

Namun menjamu Islandia menjadi pengalaman yang baru. Kesiapan dan panitianya dinilai dua kali lipat dibanding biasanya.

Jika masih ada yang ingat, Stadion Maguwoharjo didatangi Presiden RI Joko Widodo ketika membuka Piala Presiden 2017. Laga pembuka PSS melawan Persipura Jayapura dipadati penonton dan berlangsung meriah.

Lalu di pertengahan tahun ada uji coba Timnas Indonesia menjamu tim Puerto Rico. Namun mementaskan laga Indonesia Selection vs Islandia menjadi pengalaman tersendiri bagi panitia, terutama di lokal DIJ.

“Perbedaan jauh, hampir dua kali lipat persiapanya dari biasanya. H-7 sudah disibukan kegiatan dan mencari kelengkapan latihan dan peralatan,” ungkap Wakil Ketua Panpel Lokal DIJ Ediyanto, kemarin.

Mengawal tim Islandia, baik berangkat latihan maupun kembali ke hotel juga lebih ketat. Jika biasanya hanya perlu satu atau dua voijrider, kemarin diharuskan tiga. Terdiri dari dua motor satu mobil atau sebaliknya, dua mobil satu motor. “Termasuk ambulance dan securiti. Kalau biasanya keamanan hanya cukup dua atau tiga, kemarin permintaan sekitar 20. Latihan tim juga tertutup,” bebernya.

Jumlah panitia dibandingkan pertandingan lainya juga lebih banyak. Sebab pihak promotor yang berasal dari Singapura itu ingin selalu ada personel di titik tertentu ketika dibutuhkan. Baik di tempat latihan, hotel, dan venue pertandingan.

“Harus cari orang di titik tertentu jika suatu saat dibutuhkan dia harus siap. Kalau biasa cukup di sekretariat, tapi kali ini juga harus ada di hotel dan tempat yang dibutuhkan. Seperti pembantu umum. Total ada sekitar 50 di kepanitian lokal. Belum pusat dan yang dari promotor,” paparnya.

Hal tersebut juga berlaku di venue pertandingan. Ada barikade dan pintu khusus kedatangan pemain, wasit, wartawan dan tamu undangan. Pihak promotor juga khusus bekerjasama dengan rumah sakit swasta untuk pertandingan itu. “Memang lebih ketat tapi ini jadi pembelajaran yang tidak hanya teori tapi juga langsung praktik,” jelasnya. (riz/din/mg1)