KEPALA Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul Danu Suswaryanta mengungkapkan, ada penataan ulang pegawai harian lepas (PHL) atau tenaga kontrak di lingkungan pemkab. Caranya dengan menggelar tes psikologi. Toh, PHL ini rutin memperbarui kontrak setiap tahunnya.

“Tesnya tanggal 11 dan 15 Desember lalu,” jelas Danu saat ditemui di kompleks gedung DPRD Bantul, kemarin.

Danu mengatakan, pemkab tidak ikut dalam tes psikologi ini. Pemkab menunjuk Polda DIJ untuk melakukan tes terhadap 1.179 PHL. Bekas sekretaris Disnakertrans ini menyebut seluruh PHL di hampir seluruh OPD mengikuti tes ini. Kecuali tenaga kontrak yang berstatus guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT/PTT) di lingkungan lembaga pendidikan.

Tes psikologi ini bertujuan optimalisasi sumber daya manusia (SDM) di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Sebab, ada beberapa OPD yang memiliki tenaga kontrak terlalu gendut. Contohnya, Dinas Perdagangan (Disdag). Data BKPP menunjukkan Disdag memiliki 202 PHL. Padahal, idealnya hanya 160 orang.

Kendati begitu, Danu mengaku belum dapat menyampaikan berapa total PHL yang dihentikan kontraknya. Sebab, sebagian hasil tes seleksi baru diterima BKPP Rabu sore. Tapi, data yang diperoleh sementara ada 396 PHL yang diberhentikan. Mereka dari berbagai OPD seperti Disdag dan Satpol PP. Terbuka kemungkinan data ini terus bertambah. “Datanya sangat rahasia,” ucapnya.

Meski menghentikan kontrak ratusan PHL, Danu menegaskan, pemkab tetap membuka peluang. Sebab, pemkab akhir bulan ini membuka rekrutmen tenaga kontrak di beberapa OPD. Salah satunya Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Di mana membutuhkan 230 PHL baru. Dengan begitu, Danu menyarankan, PHL yang tak lolos tes psikologi dapat mendaftar. Toh, peluang posisi yang tersedia jauh lebih banyak. “Mereka punya hak yang sama,” tegasnya.

Ketika disinggung adanya PLH titipan, Danu membeberkan, ada beberapa tenaga kontrak yang punya bekingan pejabat. Nyatanya, mereka juga tidak lolos tes psikologi. (zam/ila/mg1)